<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PSIKOLOGI DAKWAH</title>
	<atom:link href="http://psikologidakwah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://psikologidakwah.wordpress.com</link>
	<description>Mengkaji Dakwah dari Sisi Psikologi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2011 06:18:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='psikologidakwah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PSIKOLOGI DAKWAH</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://psikologidakwah.wordpress.com/osd.xml" title="PSIKOLOGI DAKWAH" />
	<atom:link rel='hub' href='http://psikologidakwah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>FERA YANI</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/fera-yani/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/fera-yani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 03:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[FERA YANI 207 400 304 KPI/VI/A 2009/05/10 pukul 10:50 1.Coba anda ceritakan 1 proses dakwah yang pernah diikuti yang dinilai dari aspek psikologinya? Jawaban: Pada waktu itu saya menghadiri sebuah acara khitobah pada malam minggu tepatnya pada waktu isra mi’raj di masjid yang diadakan dikampung Pungangan yakni kampong saya sendiri. Pada waktu itu saya melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=56&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FERA YANI<br />
207 400 304<br />
KPI/VI/A</p>
<p>2009/05/10 pukul 10:50</p>
<p>1.Coba anda ceritakan 1 proses dakwah yang pernah diikuti yang dinilai dari aspek psikologinya?<br />
Jawaban:</p>
<p>Pada waktu itu saya menghadiri sebuah acara khitobah pada malam minggu tepatnya pada waktu isra mi’raj di masjid yang diadakan dikampung Pungangan yakni kampong saya sendiri.<br />
Pada waktu itu saya melihat penceramah pertama dari segi penampngilan sang da’i/penceramahnya, yakni beliau datang dari Cirebon tepatnya dari desa Buntet pesantren, melihat aura/kharismanya sangat berwibawa dan menarik, selain ganteng, masih muda dan beliau jugalulusan dari luar negri yakni dari india. Dengan wawasannya yang luas sehingga orang-orang sekampung sangat senang melihatnya, walaupun sang da’I belum berceramah tentang pokok bahasannya/materinya karena dengan melihat fisiknyabeliau juga orang-orang sudah mulai tertarik.<span id="more-56"></span><br />
Orang-orang kampung sangat kagum dengan da’I muda tadi, karena selain fisiknya oke tetapi gaya berpidatonyasangat bagus, materinyapun tidak bosan untuk didengarkan, sehingga orang-orang tidak merasa jenuh dengan ceramahnya. Selain beliau pintar berpidato ia juga pintar qiro,/ syarhil qur’an, sehingga orang-orang khusyu dalam mendengarkan ceramahnya. Selain itu juga beliau berpidatonya ada cara berpidato rekreatifnya, sehingga orng-orang tertawa dengan leluconnya sehingga orang-orang tidak merasa jenuh.<br />
Dalam acara isra mi’raj tadi yang mendatangkan da’I muda yang berwawasan luas tadi orang-orang sangat menyukainya, dan kagum sehingga respon dari warga setempat dalam mendengarkan ceramahnya sampai selesai. Karena dengan gayanya yang bagus, sopan, dan berwibawa. Materi yang disampaikan tidak membosankan dan menjenuhkan, dilengkapi dengan gaya berpidato rekreatif, sehingga orang-orang tidak mudah bosan dengan ceramahnya itu.<br />
Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan tentang pengalaman saya mendengarkan sebuah ceramah.</p>
<p>2.coba anda ceritakan pengalaman anda sendiri ketiku berdakwah/menyampaikan dakwah.<br />
Jawaban:<br />
Mungkin aku bukan seorang da’Iyah/ustadzah yang suka berdakwah di majlis-majlis atau di tempat lain, tapi aku sendiri punya pengalaman berpidato beberapa kali entah itu di pondok-pondok pesantren dalam acara rotinan (khitobah) atau di depan kelas, atau lomba pidato. Pengalaman berpidato ak mungkin bukan jenis pidato yang improvto. Mungkin lebih sering dengan jenis pidato yang memoriter atau menghafalkan teks, diawali dengan membikin teks dahulu lalu dihafalkan, baru setelah hafal ditampilkan. Waktu itu aku berpidato disebuah acara khitobahan mungkin awal aku ke depan agak nervous atau deg-degan tapi aku mencoba untuk percaya diri dan aku yakin aku pasti bisa, setelah membaca salam nervous aku sedikit menghilang dan aku berpidato dengan lancer, sedikit ada ceramah aku yang terganggu karena aku lupa dengan teksnya, tapi aku coba diam sebentar dan anak-anak santri menyoraki dan tepuk tangan meledek tapi setelah itu aku mulai ingat lagi dengan hafalanku, dan aku melanjutkannya dngan penuh semangat, dan dengan gaya-gaya aku sendiri, yang aku contoh dari gaya-gaynya para kyai berpidato, dan gaya-gayanya kakak-kakak senior berpidato, dan aku berhasil berpidato sampai denagn selesai. Dan diakhiri denagn tepuk tangan para audience atau para santri dan panitia.</p>
<p>3.buatlah satu materi pesan dakwah persuasive<br />
Membersihkan bathin melalui dzikrullah</p>
<p>Hadirin muslimat muslimat yang saya hormati…!<br />
Sebagai racikan awal yang harus mengkristal di dalam seluruh gerak langkah kita, adalah taqwa kepada allah SWT. Tuhan yang mampu memualikan yang hina, dan menghinakan yang mulia. Tuhan yang mampu membesarkan yang kecil dan mengecilkan yang besar. Allah, tuhan yang mampu menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup.<br />
Secara filosofis, proses kebertuhanan kita, yang sering kali berbuah keresahan jiwa, dikarenakan kita tidak memiliki spiritual intelligent, tidak memiliki kecerdasan spiritual. Kenapa dimensi spiritualitas kita tidak cerdas? Menurut mula shadra, karena kita tidak pernah dzikrullah, dzikir kepada Allah.<br />
Muslimin muslimat yang terhormat…!!<br />
Dzikir merupakan salah satu langkah untuk lebih mengenal Allah, dzikir merupakan upaya untuk mendekati Allah, dan dzikir sebagai solusi cerdas guna mencapai kenangan bathin.<br />
Menurut Dr. Muhammad Sulaiman al-asqadari, berdasarkan firman Allah Qs. Al-A’raf : 205, seorang mufassir kontemporer abad ini, dalsm Zubdah at-tafsir min fath al-qadar bahwa terdapat empat cara dalam melakukan dzikir yaitu:<br />
Pertama : hendaklah kita berdzikir dengan cara sir atau tersembunyi dalam hati untuk mengingat allah, yang mengetahui aktivitas ini hanya kita dan Allah. Sehingga jauh dari perasaan mengharapkan sanjungan teman, pujian tetangga ataupun pujaan guru kita, tapi semata-semata karena Allah Swt.<br />
Kedua : hendaklah dalam berdzikir kita bersikap rendah hati, tawadhu, bersimpug, menyerahkan diri kita dihadapan Allah.<br />
Ketiga : waktu yang tepat untuk berdzikir adalah sejak terbit matahari di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat, sejak pagi hingga petang dari petang sampai pagi. Dengan kata lain, dzikir tidak terbatas oleh waktu, selama ada waktu di sana harus ada dzikir.<br />
Keempat : hendaklah ketika berdzikir tidak dengan suara lantang seperti suara orang marah, dan tidak merengek seperti orang menangis tapi pertengahan antara keduanya.<br />
Berdasarkan uraian tersebut Nampak jelas bahwa dzikir yang dilakukan secara terus menerus dengan penuh khidmat dan khusyu akan membawa nuansa hati sanubari kita senantiasa dekat dengan Allah, berkembanglah kecintaan yang mendalam kepada Allah, mantaplah hubungan dengan Allah, sehingga secara psikologi dzikir semakin mengembangkan penghayatan kehadiran Allah dalam diri dan kehidupan yang pana ini hujatul islam al-imam al-Ghazali menyebut proses ini sebagaio muroqobah, yakni kita dekat dan selalu merasa diawasi oleh Allah. Dan kalau kita sudah merasa diawasi oleh allah maka tidak mungkin melanggar aturan Allah.<br />
Berbahagialah insane-insan yang suka dzikir kepada Allah, sebab ia akan memperoleh ketenangan bathin, mendapat ampunan, dan meraih pahala yang besar dari Allah Swt.<br />
Oleh karena itu, hendaklah kita selalu berdzikir dengan penuh khidmat dalam mengisi waktu ini. Semoga kita mendapatkan ketenangan yang hakiki serta diberikan kekuatan oleh Allah untuk selalu mengingat kepada-Nya. Amien yarobbal’alamien.<br />
Wassalam………….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=56&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/fera-yani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jajang Farid</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/jajang-farid/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/jajang-farid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 03:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/jajang-farid/</guid>
		<description><![CDATA[Jajang Farid 207400316 KPI/IV/B 2009/05/10 pukul 10:47 1.Dalam hati saya selalu berangan dan berkhayal agar kehadiran saya ditempat saya tinggal bisa memberikan manfaat kepada kerabat terdekat. Orang-orang menjadi merasa tertarik, ingin mendekati dan mau bergaul dengan saya. Tapi tantangan yang harus dihadapi saya adalah saya harus mampu serta bisa masuk kedalam kebiasaan yang saya kurang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=55&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jajang Farid<br />
207400316<br />
KPI/IV/B<br />
2009/05/10 pukul 10:47<br />
1.Dalam hati saya selalu berangan dan berkhayal agar kehadiran saya ditempat saya tinggal bisa memberikan manfaat kepada kerabat terdekat. Orang-orang menjadi merasa tertarik, ingin mendekati dan mau bergaul dengan saya. Tapi tantangan yang harus dihadapi saya adalah saya harus mampu serta bisa masuk kedalam kebiasaan yang saya kurang sukai, harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi dan tentunya punya keberanian untuk mencoba.<span id="more-55"></span><br />
Pada bulan juli tahun 2005, saya pulang kekampung halaman setelah selama tiga tahun tinggal disebuah yayasan pendidikan. Disana saya belajar materi dan teori ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan umum. Banyak hal yang didapat, terutama penerapan ilmu keagamaan yang dikaji agar diterapkan dalam kehidupan sehar-hari.<br />
Sepulangnya kerumah, saya belum bisa langsung beradaptasi dengan teman-teman, perlu waktu bagi saya agar mampu bergaul dengan baik bersama mereka. Setelah beberapa minggu akhirnya saya mampu bergaul dengan mereka dan mereka sangat respon akan kehadiran saya. Dalam hati selalu berangan dan ingin berkata, “ Ayo melaksanakan shalat, karena shalat merupakan perintah Tuhan yang harus dilaksanakan”. Kenapa hati berangan seperti itu? Karena teman-teman saya jarang sekali yang melaksanakan shalat lima waktu. Kehidupan mereka kelihatan bebas tanpa ada rasa ingin untuk mengindahkan shalat, bahkan ada yang sampai berkata dengan menyepelekan perintah Tuhan.<br />
Hati saya menjerit dan terpanggil untuk melaksanakan dakwah kepada teman-teman yang intinya cuma satu yakni supaya mereka itu melaksanakan shalat lima waktu. Setelah beberapa lama saya berfikir tentang masalah ini, cara apa yang akan saya gunakan dalam melaksanakan dakwah kepada teman-teman saya. Akhirnya saya putuskan akan berdakwah kapada teman-teman itu yaitu dengan dakwah bil hal, yakni dakwah langsung dengan memberikan contoh secara nyata dilapangan. Hal ini dilakukan tentunya dengan beberapa pertimbangan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi.<br />
Saya terus bergaul dengan mereka dan dalam titik-titik tertentu dalam bergaul, saya mengajak mereka melaksanakan shalat dengan memberikan contoh secara langsung. Sesibuk apapun saya tetap melaksanakan shalat, seasyik apapun bermain dengan mereka ketika saat shalat tiba saya tinggalkan dan langsung melaksanakan shalat. Hal ini terus saya lakukan secara continue, tiap hari saya selalu memberikan contoh kepada mereka dan setelah beberapa lama kemudian akhirnya ada tema saya yang menanyakan tentang shalat dan menyatakan ingin belajar tentang tata cara shalat.<br />
Setelah sekian lama saya berdakwah kepada teman-teman, dengan pertolongan Alloh akhirnya ada juga yang mengikuti dan mau melaksanakan shalat dan sampai sekarang teman saya terus melaksanakan shalat yag lima waktu.<br />
2. pengalaman yang paling berkesan dalam proses dakwah adalah pada saat pertama kali saya berbicara didepan masyarakat yang jumlahnya cukup banyak dan pada waktu itu saya masih duduk di kelas VI sekolah dasar.<br />
Pada sebuah Majlis Ta’lim di kampung Citalaga, tepatnya pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, diadakan imtihan atau pelatihan bagi para santri agar tampil di atas mimbar untuk menyampaikan ceramah kepada masyarakat. Saya merupakan salah satunya yang harus menyampaikan pesan dakwah di hadapan masyarakat tersebut.<br />
Pesan dakwah sudah dibuatkan oleh panitia penyelenggara dan dari jauh-jauh hari saya harus sudah menghapalkan teks dakwah tersebut agar dalam pelaksanaannya nanti tidak lupa. Tiap hari saya membaca dan mengahapalkan teks dakwah itu, berlatih dengan teman-teman sambil canda tawa.<br />
Selain menjadi orator, saya juga ditunjuk sebagai pembaca Al-Quran atau qari dan sekaligus yang memimpin dalam membaca shalawat bersama santri-santri perempuan. Konsentrasi pun terbagi-bagi, karena selain harus ceramah saya juga harus menjadi pembaca al-Quran dan memimpin dalam bacaan shalawat. Waktu latihan pun terbagi-bagi dan saya sempat merasa pusing juga namun pada akhirnya asyik juga menjalaninya.<br />
Akhirnya tibalah saat yang ditunggu yaitu penampilan atas segala yang yang telah disiapkan. Saya sudah tidak sabar ingin acara ini cepat dilaksanakan karena hati saya sudah berdetak kencang melihat antusias masyarakat yang memenuhi aula majlis.<br />
Sekitar jam 08.00 acara mulai dibuka oleh seorang pembawa acara dan saya merupakan yang pertama dipanggil untuk membaca Al-Quran. Hanya diselang oleh beberapa sambutan, saya dipanggil lagi untuk memimpin membaca shalawat bersama teman-teman. Setelah situ tibalah saat untuk memulai penyampaian pesan dakwah dari para santri dan saya mendapat giliran yang kesepuluh.<br />
Sambil menunggu panggilan pembawa acara saya mencoba untuk tenang, dan kurang dari setengah jam akhirnya saya dipanggil untuk menyapaikan ceramah. Begitu gugupnya saya waktu itu, ketika melihat tatapan-tatapan masyarakat yang tertuju kepada saya. Saat memulai ceramah saya mencoba untuk tenang namun karena banyak teriakan-teriakan dari teman-teman:”turun,turun,turun..”, membuat saya semakin tidak karuan. Teks pidato yang sudah dihapal berulang-ulang menjadi lupa begitu saja entah kemana dan penyampaian ceramahpun semakin kacau dan tidak beberapa lama kemudian akhirnya saya langsung menutup pembicaraan dengan mengucapkan salam tanpa ada isi ceramah yang tersampaikan sedikitpun.<br />
3. Membuat dakwah persuasip<br />
BAHAYA MIRASANTIKA BAGI REMAJA<br />
Segala puji milik Allah, Tuhan pencipta langit dan bumi serta seisinya. Shalawat dan salam kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga,shahabat, tabi’in sampai kepada kita sekalian.<br />
Hadirin kaum muslimin yang berbahagia<br />
Dalam kesempatan yang indah ini, saya akan menguraikan masalah remaja dan mirasantika.<br />
Adik-adik, ibu-ibu dan bapak sekalian, mirasantika adalah adik kandung ujang narkoba, bapaknya bernama khomar bin arak, ibunya bernama siti ekstasy binti siti morfinah. Yang dimaksud mirasantika disini adalah minuman keras dan narkotika, bukan mirasantika janda kembang dari karawang yang suka goyang.<br />
Di zaman yang sudah maju dan modern ini, masih banyak remaja yang suka kepada mirasantika, masih banyak remaja yang cinta kepada mirasantika, dan masih banyak remaja yang terjerumus kepada mirasantika. Kerjaannya tiap malam hanyalah mabuk dan mabuk, kadang gara-gara mirasantika para remaja merasa sudah bangga karena bergaul dengan miras. Lihatlah di tempat-tempat hiburan, di warung remang-remang, di discotik dan club-club malam, lelaki dan wanita bercampur baur mencekik botol, sambil menari dan bergoyang tak karuan. Cobalah anda perhatikan, remaja kita terjerumus kedalam budaya mabuk-mabukan, menenggak wisky, brandy, martiny, dan vodka atau juga para remaja tren dalam budaya menelan pil BK, nivam, magadom, cimeng, shabu-shabu, heroin dan sebagainya. Tidak sedikit juga remaja kita yang mati di ujung lidahnya hanya ada dua kata yang terucap, “ganja, morpin, ganja, morpin…..” Mereka merintih, memohon, memanggil-manggil ganja dan morpin sampai mati, mati tanpa membawa iman. Naudzu billah…. Padahal kalau iman sudah lepas, manusia hidup bebas, keras, beringas, ganas, lebih ganas dari binatang buas.<br />
Oleh karena itu, Allah menjelaskan dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 90, bahwa mirasantika adalah haram hukumnya, apapun nama dan jenisnya. Sementara orang yang menjauhinya niscaya akan mendapat kebahagiaan. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khomar, judi, mengundi nasib, menyembah berhala adalah barang kotor, termasuk diantara perbuatan syaitan, maka jauhilah supaya kamu mendapat kebahagiaan”<br />
Hadirin kaum muslimin yang berbahagia<br />
Dalam tafsir Ibn Katsir diterangkan bahwa yang namanya khomar dalam ayat tersebut adalah sesuatu yang menggoncangkan akal fikiran, sehingga membuat pemakainya tak sadar dan hilang ingatan, makanya para ulama mengharamkannya. Tapi walaupun haram, mirasantika ini tetap disukai oleh lapisan masyarakat, baik di desa ataupun di kota, miskin atau kaya, tua atu muda, pria atau w anita, duda atau janda. Padahal apa sih manfaatnya mirasantika…? Yang ada hanyalah bahaya dan madharatnya, yang sangat merusak mental, fisik atau kantongnya. Khususnya bagi remaja sebagai calon penerus bangsa dan agama. Bagaimana keadaan bangsa 10,20, 30 tahun yang akan datang, tergantung remaja hari ini, “to day is young, tomorrow will be a leader” remaja hari ini pemimipin bangsa di hari esok. Bagaimana bangsa dan agama kita bila remajanya lemah mentalnya, rusak fisiknya, kosong kantongnya, hilang akalnya. Bisa-bisa negara akan mabuk kepayang, hancurlah bangsa ini.<br />
Dalam hal ini, Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu minum khomar, karena ia biangnya segala kejahatan”<br />
Untuk membuktikan hadits ini, mari kita perhatikan sebuah cerita. Konon kabarnya, ada seorang pemuda dibawa oleh seorang gadis cantik jelita nan rupawan ke dalam sebuah kamar, dalam kamar itu ada seorang nenek tua, sebotol bir dan sebuah pedang. Singkat kata singkat cerita kemudian pemuda tadi diberi tiga pilihan, pertama berzina dengan gadis cantik, kedua membunuh nenek tua, dan ketiga meminum bir. Pemuda itu berfikir, kalau membunuh dosa besar, kalau berzina dosa besar, tapi kalau minum bir paling cuma mabuk sebentar dan nantinya akan sadar kembali. Akhirnya pemuda tadi memilih mabuk, apa yang terjadi setelah pemuda itu mabuk..? Setelah mabuk pemuda itu lupa diri, ia tidak sadar karena fikirannya sudah dikuasai akan nafsunya. Di saat itulah dia bisa berzina dengan gadis cantik yang kemudian dia membunuh nenek tua. Karena gara-gara mirasantika, pemuda tersebut banyak melakukan kejahatan yang disangkanya adalah dosa yang di anggap enteng madharatnya tetapi dalam buktinya besar sekali akibatnya.<br />
Maka sangat pantas kalau dalam lanjutan ayat Al-Quran surat Al-Maidah ayat 91 Allah swt, menerangkan bahaya mirasantika: “Sesungguhnya syaitan menginginkan terjadinya permusuhan dan kebencian diantaramu lantaran khomar dan judi, dan menghalangi kamu dari dzikir kepada Allah dan mendirikan shalat, maka kenapa kamu berhenti? (dari perbuatan terseut)”.<br />
DR. Muhammad Ali Shabuni dalam kitab Safwatut Tafasir menerangkan bahwa syaitan menginginkan terjadinya permusuhan dan kebencian di antara sesama insan dengan mengkonsumsi khomar.<br />
Selain itu juga hadirin, menurut para pakar kesehatan, seperti Prof.Dr. Dadang Hawari, bahwa mirasantika apapun jenisnya, baik yang berbentuk serbuk, pil atau minuman, mengandung zat kimia yang akan meracuni pernafasan, usus, lambung, liver, jantung dan otak. Sedangkan dari sudut mental, mirasantika akan membuat orang gila akalnya, hilang fikirannya, tak sadar yang diucapkan dan dilakukannya, yang penting play to the sky, melayang-layang ke angkasa.<br />
Belum lagi bahaya di akhirat nanti, Imam AL-Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qutub, menukil hadts nabi: “Tidak akan masuk surga orang yang suka mirasantika”<br />
Hadirin pemuda-pemudi harapan bangsa dan agama<br />
Perkenalan seorang remaja kepada mirasantika, biasanya dimulai dari ajakan teman, demi gengsi, sok modern, pergaulan bebas yang tidak terbatas, atau karena kondisi pribadi yang sedang stress dan frustasi. Ada juga remaja yang ingin disebut citra idola remaja masa kini. Seolah-olah mirasantika adalah lambang kemodernan dan simbol pergaulan yang tidak ketinggalan zaman. Padahal di zaman jahiliyah, zaman yang kuno dan terbelakang, mirasantika sudah ada dengan nama khomar. Berarti remaja yang saat ini suka mirasantika adalah sosok remaja zaman jahiliyah yang sok modern, yang sangat ketinggalan zaman. Karena Islam tidak ketinggalan zaman dan juga tidak mengikuti zaman, tetapi Islam adalah memelihara zaman.<br />
Oleh karena itu saya menghimbau kepada generasi muda, terutama para remaja, jauhilah mirasantika dari kehidupan kalian dan janganlah coba-coba untuk menggunakannya, karena mirasantika merupakan biang dari segala bentuk kejahatan. Mirasantika adalah hal yang dilarang oleh agama karena keberadaannya banyak menimbulkan kemadharatan dari pada banyak kemaslahatan. Kendalikanlah nafsu kita oleh akal dan pemikiran yang positif, jangan biarkan nafsu kita menguasai diri kita.<br />
Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas segala pehatiannya.<br />
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=55&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/jajang-farid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DANI FIRMANSYAH</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/dani-firmansyah/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/dani-firmansyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 03:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/dani-firmansyah/</guid>
		<description><![CDATA[DANI FIRMANSYAH 207400290 KPI A/IV 2009/05/10 pukul 03:26 PSIKOLOGI DAI Tepatnya pada bulan maulud, Daerah saya (jalan Reungas kecamatan Bandung Kulon Kelurahan Gempol Sari) mengadakan acara muludan. Pada malam harinya akan diadakan Tabligh Akbar tentang kelahiran nabi kita tercinta Nabi Muhammad saw. Dai yang akan menjadi pengisi Tabligh Akbar dalam acara muludan di kampung saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=54&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DANI FIRMANSYAH<br />
207400290<br />
KPI A/IV<br />
2009/05/10 pukul 03:26</p>
<p>PSIKOLOGI DAI</p>
<p>Tepatnya pada bulan maulud, Daerah saya (jalan Reungas kecamatan Bandung Kulon Kelurahan Gempol Sari) mengadakan acara muludan. Pada malam harinya akan diadakan Tabligh Akbar tentang kelahiran nabi kita tercinta Nabi Muhammad saw. Dai yang akan menjadi pengisi Tabligh Akbar dalam acara muludan di kampung saya adalah H. Ahmad Salimul Afif M.Sc. mungkin Da’i itu sudah tak asing lagi ditelinga kita. beliau juga selain aktif dalam berpidato atau berkhutbah, beliau juga seorang pimpinan Majlis Ta’lim Ad-Dahlaniyah yang bertempat di Cibodas Cimahi Selatan Bandung.<span id="more-54"></span><br />
Beliau berpidato dari Jam 11 Malam sampai jam 1 pagi. Beliau adalah seorang sosok da’i atau Orator yang handal dan juga Kreatif. Karena beliau bisa mengimpropkan antara isi pesan, keadaan mad’u,media, dan lain-lain. Beliau juga dalam berpidatonya menggunakan sistem dakwah Ummah dan beliau juga menggunakan media musik yang biasa disebut Terbangan.<br />
Jadi ketika beliau berpidato selama kurang lebih 1 jam setengah, beliau memakai alat musik terbangan yang dimainkan oleh kru nya. Menurut tafsiran saya sendiri, tujuan beliau memakai alat musik itu (Terbangan) sebagai media agar tidak ada kejenuhan di setiap mad’u Dan masih menurut analisis saya, beliau sangatlah kreatif dalam mengimprovkan antara ceramah dengan musik.<br />
Dan beliau juga termasuk dai yang bahasanya sangatlah mudah dicerna oleh Mad’u karena ada sebagian dai atau komunikator yang bahasanya terlalu sulit untuk dicerna di depan mad’u. Jadi salah satu kelebihan beliau, beliau juga bisa mengerti akan kebutuhan mad’u jadi bahasa beliau pun mengatur sedemikian rupa agar bahasa beliau lebih mudah dicerna oleh masyarakat atau Mad’u dan agar para audiens lebih bisa mencerna maksud dari apa yang beliau maksudkan.<br />
Dan salah satu kelebihan beliau, beliau bisa menambahkan dalam pidatonya sebuah guyonan dan cerita-cerita singkat dari para sahabat nabi atau Tabi’in. Menurut saya, itu juga salah satu cara dari beliau agar para mad’u tidak merasakan jenuh dalam mendengarkan pidato beliau.<br />
Dan dilihat dari gerak tubuh beliau, beliau juga tidak hanya duduk di atas kursi tapi sekali kali beliau jalan jalan diatas panggung dengan melihat lihat para audiens. Menurut analisis saya, itu adalah salah satu cara beliau agar beliau lebih akrab dengan para mad’u dan agar tidak ada batasan antara beliau dengan mad’u karena di dalam perspektif ilmu komunikasi, kontak mata itu sangatlah Urgen untuk para komunikator untuk memperhatikan keseriusan komunikator berbicara dengan para komunikan.<br />
Bahasa yang dipakai beliau adalah bahasa indonesia karena di daerah saya bukan hanya ada orang-orang sunda akan tetapi ada juga orang-orang luar jawa barat seperti ada orang jawa, orang batak, orang cina dan lain lain. Dengan beliau memakai bahasa indonesia, para Mad’u di daerah saya akan lebih memahami dari apa yang dipidatokan oleh beliau. Menurut anlisis saya, beliau memakai bahasa indonesia di dalam pidatonya karena beliau tahu, tidak semua orang dari daerah yang sama seperti dari daerah sunda, batak, jawa , dan lain-lain. Dengan memakai bahasa indonesia, bahasa beliau akan lebih dipahami oleh setiap mad’u yang beliau dakwahi. Dan bahasa ndonesia juga telah menjamur atau sudah terbiasa di setiap daerah. Paling tidak setiap orang di indonesia akan paham apabila sang da’i memakai bahasa indonesia daripada bahasa daerah lainnya.<br />
Dan salah satu kelebihan beliau ialah beliau bisa menyebutkan dalil dalil alquran dan hadis dengan menyebutkan asal mula ayat itu turun(Alquran) dan beliau juga bisa menyebutkan matan matan dan perawi perawi(Hadis) dengan lengkap dan jelas. Karena menurut saya, seorang da’i itu setidaknya harus bisa menguasai ilmu ilmu yang bersangkutan dengan dalil dalil yang dipakainya. Baik itu Al-qur;an ataupun Al-Hadis. Seperti memakai ilmu Tafsir, ilmu Asbaabun Nuzuul (Untuk Al-Qur’an), ilmu Mustolahul Hadis dan Takhrijul Hadis (Untuk Hadis). Itu semua dilakukan agar Tidak adanya keraguan di setiap Mad’u, apakah dalil hadis itu peringkatnya hadis Sohih atau Do’if? dan pertanyaan – pertanyaan yang lainnya. Dengan mengetahui ilmu ilmu itu, akan lebih meyakinkan kepada setiap Mad’u bahwasanya kita sebagai Dai tidak bermain-main dalam Kita berpidato atau menyebarkan islam.</p>
<p>PENGALAMAN BERPIDATO<br />
Salah satu kegiatan di daerah saya ialah pengajian ibu-ibu, bapak-bapak dan pemuda-pemudi. Kegiatan itu biasanya di adakan di masjid daerah saya yang bernama Masjid Baitur Rohmaan. Kegiatan itu dilaksanakan setiap hari jum’at sesudah Shalat Ashar berjamaah. Dan pada waktu itu( Bulan November 2008) saya disuruh oleh ketua DKM mesjid daerah saya agar saya bisa menjadi orator atau dai dalam minggu itu. Ketua DKM itu menyuruh saya karena saya salah seorang Lulusan Pesantren Albasyariyah dan Salah seorang Mahasiswa yang sedang mencari Ilmu di Universitas Islam Negri sunan Gunung Djati Bandung.<br />
Awalnya saya menolak karena menurut saya, saya juga masih belajar dalam berbicara yang baik di depan Public dan menurut saya juga, masih banyak di daerah saya, orang orang yang pintar Agamanya akan tetapi karena Ketua DKM itu memaksa, mau tidak mau saya pun harus menjadi pembicara dalam pengajian itu.<br />
Pada wakut itu saya mengambil tema “Dosa-Dosa yang biasa diremehkan”. Mengapa saya mengambil judul itu? Jawabannya karena saya mau memperkenalkan atau memperingatkan tentang dosa-dosa yang biasa dilakukan oleh kita sehari-hari seperti Berbohong, Ghibah, Hasud dan lain lain.<br />
Didalam saya berpidato, sebenarnya saya juga malu karena pada waktu itu bukan hanya pemuda-pemudi saja yang menghadirinya akan tetapi banyak juga yang sedikitnya tahu masalah agama di tempat itu. Tapi karena saya tidak mau mengecewakan orang tua saya, saya berusaha agar pidato saya itu bisa mendapatkan hasil yang baik.<br />
Pada waktu itu saya menggunakan sistem pidato yang sistematis. Jadi sebelum saya berbicara di depan mad’u, saya menskemakan apa yang akan saya bahas. Kurang jauhnya seperti dibawah ini:<br />
Term pertama, saya menjelaskan tentang dosa-dosa yang biasa diremehkan oleh setiap orang<br />
Term yang kedua, saya menjelaskan tentang apa yang akan kita terima apabila kita selalu melakukan dosa-dosa itu<br />
Term yang ketiga, saya menjelasakan tentang tata cara atau tip dan trik agar kita terjauh dari perbuatan dosa dosa itu<br />
Term yang ke empat, saya merangkumkan seluruh pembicaraan saya<br />
Term yang kelima, doa bersama agar kita terjauh dari dosa dosa itu.</p>
<p>Dan apa yang saya usahakan itu mendapatkan respons yang baik di depan para khalayak.<br />
Tapi tak ada gading yang tidak retak. Saya juga menyadari salah satu kekurangan saya adalah banyaknya gerakan yang tidak perlu dalam berpidato misalkan saya membenarkan kancing baju, membenarkan kopiah dan lain lain. Itu semua untuk menghilangkan rasa grogi saya di depan para audiens.</p>
<p>Antisipasi dari kekurangan itu, saya akan belajar tentang ilmu retorika, ilmu Komunikasi,Ilmu Psikologi dan ilmu ilmu lain yang bersangkutan agar saya bisa menghilangkan rasa grogi saya karena dengan saya mengetahui penyebab saya malu atau Grogi, Insya Allah saya akan bisa menghilangkannya dan menggantinya dengan hal hal yang lebih disukai oleh para Mad’u.<br />
Akan tetapi hal yang paling pertama saya lakukan sebelum berpidato di depan para audiens yaitu berdoa dengan sugguh-sungguh dan membaca doa pilihan seperti<br />
“Robbisy rohlii sodrii wa yasirlii amrii wahlul uqdatan min lisanii yafqohuu qoulii”<br />
karena saya membaca dalam sebuah buku,doa itu adalah doa nabi musa agar bisa lancar berbicara di depan Raja Firaun. Semoa saja dengan doa doa itu saya akan lebih dilancarkan dalam saya berbicara di depan publik.</p>
<p>Menurut saya, sebenarnya seorang Da’i itu harus menguasai dulu segala unsur yang terjadi dalam pembicaraan. Seperti kita harus menguasai dulu tentang tema yang akan kita jelaskan kepada audiens, kita harus bisa mengetahui dulu psikologi audiens dan unsur unsur yang lain. Itu semua bertujuan agar kita bisa menghasilkan sebuah ceramah atau pidato yang persuasif karena dengan kita mempersiapkan itu semua, kita akan bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.karena tujuan dari pidato itu adalah isi pembicaraan kita harus bisa mengena atau masuk kepada setiap mad’u dan kita harus bisa mencapai tujuan yang kita harapkan.</p>
<p>Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh<br />
Yang pertama tama marilah kita panjatkan segalapuja dan puji hanya bagi Allah Subhanahu wata’ala. Kita memuji, memohan pertolongan dan meminta ampun kepadaNya. Kita berlindumg kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wata’ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan RasulNya.<br />
Yang kedua marilah kita panjatkan salawat dan salam kita ke pemimpin kita, ke tuan kita dan kepaa kekasih kita yaitu Nabi Muhammad Saw yang mana beliau telah membawa kita dari zaman Jahiliyyah ke zaman islam dan beliau juga yang telah mendobrak pintu pintu berhala dan pintu pintu kesesatan.<br />
Dan saya ucapkan terima kasih kepada bapak bapak dan ibu-ibu karena telah sudi meluangkan waktunya agar bisa mendengarkan ceramah dari saya Yang insya Allah tema yang akan Kita bahas pada saat ini adalah</p>
<p>TAWADHU’<br />
Tawadhu’ adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.<br />
Merendahkan diri (tawadhu’) adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang yang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.<br />
Lawan dari sifat tawadhu’ adalah takabbur (sombong), sifat yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasululllah mendefinisikan sombong dengan sabdanya:<br />
”Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.” (Shahih, HR Muslim dari hadits Abdullah bin Mas’ud ra).<br />
Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dalam rangka menolaknya, atau mengingkarinya berarti anda belum tawadhu’ dan anda memiliki benih sifat sombong.Tahukah anda apa yang diperbuat Allah SWT terhadap Iblis yang terkutuk? Dan apa yang diperbuat Allah kepada Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dengan semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah SWT karena tidak memiliki sikap tawadhu’ dan sebaliknya justru menyombongkan dirinya.</p>
<p>Tawadhu’ di Hadapan Kebenaran<br />
Menerima dan tunduk di hadapan kebenaran sebagai perwujudan tawadhu’ adalah sifat terpuji yang akan mengangkat derajat seseorang bahkan mengangkat derajat suatu kaum dan akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman:</p>
<p>”Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash:83)<br />
Fudhail bin Iyadh ra (seorang ulama generasi tabiin) ditanya tentang tawadhu’, beliau menjawab:<br />
Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepadanya serta menerima dari siapapun yang mengucapkannya.” (Madarijus Salikin, 2/329).<br />
Rasulullah saw bersabda:<br />
”Tidak akan berkurang harta yang dishadaqahkan dan Allah tidak akan menambah bagi seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan akan Allah angkat derajatnya.” (Shahih, HR Muslim, no. 556 dari shahabat Abu Hurairah ra)<br />
Ibnul Qayyim ra dalam kitab Madarijus Salikin berkata:<br />
”Barangsiapa yang angkuh untuk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yang dimarahinya atau yang memusuhinya maka kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada Allah karena Allah adalah Al-Haq, ucapannya haq, agamanya haq. Al-Haq datangnya dari Allah dan kepada-Nya akan kembali. Barangsiapa menyombongkan diri untuk menerima kebenaran berarti dia menolak segala yang datang dari Allah dan menyombongkan diri di hadapan-Nya.”</p>
<p>Perintah untuk Tawadhu<br />
Dalam pembahasan masalah akhlak, kita selalu terkait dan bersandar kepada firman Allah SWT:<br />
”Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasul teladang yang baik.” (Al Ahzab:21)</p>
<p>Dalam hal ini banyak ayat yang memerintahkan kepada beliau untuk tawadhu’, tentu juga perintah tersebut untuk umatnya dalam rangka meneladani beliau. Allah SWT berfirman:</p>
<p>”Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimi yaitu orang-orang yang beriman.” (Asy-Syu’ara:215)</p>
<p>Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>”Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zhalim atas yang lain.” (Shahih, HR Muslim).</p>
<p>Demikianlah Rasulullah saw mengingatkan kepada kita bahwa tawadhu’ itu sebagai sebab tersebarnya persatuan dan persamaan derajat, keadilan dan kebaikan di tengah-tengah manusia sebagaimana sifat sombong akan melahirkan keangkuhan yang mengakibatkan memperlakukan orang lain dengan kesombongan.<br />
Akhir kata semoga saja kita termasuk orang orang yang tawadhu di depan Allah Swt sehingga kita bisa masuk kedalam Syurga yang dijanjikan Allah Swt. Apabila ada yang benar dalam perkataan saya itu datangnya dari Allah Swt,dan apabila ada yang salah itu pasti datangnya dari saya dan apabila ada perkataan yang kurang mengenakan di hati para saudara/i,saya memohon maaf.</p>
<p>Wassalamu’alaikum Wr. Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=54&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/dani-firmansyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wilda Nurlaila Qodri</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/wilda-nurlaila-qodri/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/wilda-nurlaila-qodri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 03:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Wilda Nurlaila Qodri KPI C/IV Psikologi Dakwah 2009/05/09 pukul 00:52 1. Proses dakwah yang menarik menurut pengalaman saya jika dipandang dari segi psikologi dakwah yakni ketika bulan puasa kemarin yang mana diberbagai stasiun tv banyak sekali menayangkan siraman rahani. Kebetulan waktu itu saya melihat pada waktu sehabis shubuh, dalam tayangan tersebut saya menyaksikan seorang da’I [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=52&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wilda Nurlaila Qodri<br />
KPI C/IV<br />
Psikologi Dakwah</p>
<p><a href="../tugas/#comment-20">2009/05/09 pukul 00:52</a></p>
<p>1. Proses dakwah yang menarik menurut pengalaman saya jika dipandang dari segi psikologi dakwah yakni ketika bulan puasa kemarin yang mana diberbagai stasiun tv banyak sekali menayangkan siraman rahani. Kebetulan waktu itu saya melihat pada waktu sehabis shubuh, dalam tayangan tersebut saya menyaksikan seorang da’I menyampaikan dakwahnya dengan gaya yang sangat menyegarkan mata, atau bisa disebut juga dengan gaya yang eksentrik dalam permainan kata dan analoginya terhadap sebuah peristiwa. Sehingga bagi siapa saja yang menjadi audiencenya tidak mudah merasa jenuh, menurut saya berdakwah dengan aksen seperti itu merupakan terobosan baru yang unik dan menarik serta sangat cocok diterapkan ditengah-tengah masyarakat kita yang pada saat ini sedang dipusingkan dengan perekonomian demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. <span id="more-52"></span>Lagi-lagi menurut saya proses dakwah dengan cara seperti itu sedikit demi sedikit akan merasuk kedalam jiwa audiencenya, karena di dalam keunikan tersebut diselipkan nilai-nilai islami yang dapat diterima secara tidak langsung oleh audience. walaupun banyak komentar yang beragam dari ulama terkemuka tentang metode dakwah seperti ini yng dinilai terlalu berlebihan dan justru tidak efektif dalam pembelajarannya, tapi saya tetap merasa nyaman dan lebih dapat diterima yang nantinya akan refleks ingat akan pesan-pesan yang disampaikan ketika diaplikasikan dalam kehidupan.<br />
2. Menurut pengalaman berdakwah saya yang dinilai sangat berkesan buat saya yakni ketika saya berdakwah dihadapan ibu-ibu majlis taklim dikisaran pondok pesantren Attaqwa Pusat Puteri Bekasi tempat saya bersekolah. tepatnya tgl 27 mei 2007. Waktu itu saya menyampaikan materi dakwah yang berkaitan dengan dandanan wanita jahiliyah, karena saya lihat stylish orang-orang didaerah setempat sangat berlebihan. Seperti ketika hendak kepengajian mereka akan menampkan gaya dandanan yang sangat mencolok, baik dari segi warna, pernak pernik dan emas yang dikenakan. Namun tidak disangka-sangka ketika saya tiba dilokasi justru kenyataan berbalik, karena saya ditempatkan di majlis taklim yang sangat terpencil dan stylish mereka cenderung sederhana, jauh sekali dari isi materi yang saya bawakan akhirnya saya bingung sendiri apakah tepat materi yang saya bwakan ini???? Syukur Alhamdulillah tak diduga pidato yang saya sampaikan sangat diperhatikan oleh mereka, mereka sangat mendukung saya ketika saya menyampaikan pidato yang saya bawakan. Hal ini terjadi karena mereka sangat menghormati orang-orang yang memegang ilmu agama lebih dari apapun. Walaupun yang menyampaikan itu hanyalah seorang santriwati yang baru belajar, dari sana saya sangat menyadari bahwa peranan seorang da’i itu sngat urgen dikalangan masyarakat. Namun entahlah, saya juga tidak mengetahui latar belakang mereka bersikap seperti itu lantaran saya murid dari orang yang sangat mereka segani atau murni kerena mereka menghormati orang yang akan belajar pidato? Wallahu a’lam Bishshowab..<br />
yang pasti saya dapat pelajaran yang sangat berarga, yakni ketika kita membuat materi pidato harus diteliti dan mengetahui keadaan lokasi serta kebudayaan setempat, agar materi yang kita sampaikan nantinya dapat diterima dan langsung meresap kejiwa mereka.<br />
3. Teks pidato<br />
HATI MENURUT PERSPEKTIFE Al-QUR’AN<br />
Assalamu’alaikum Wr. Wb<br />
Alhamdulillahirabbil’alamin<br />
Segala puja puji serta syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta Alam, maha melihat hal-hal yang tersembunyi, pembolak-balik hati manusia, pengampun segala dosa, maha menghilangkan segala kesempitan-kesempitan yang menghimpit manusia. Serta yang telah memberikan berbagai macam nikmatnya baik itu nikmat iman maupun nikmat sehat wal’afiat. Sehingga kita dapat berkumpul kembali di tempat yang Insya Allah dimulyakan oleh allah SWT ini Amieen..<br />
Shalawat dan salam semoga senantisa tercurahkan pada junjungan kita. Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan pengikut setianya sampai hari kiamat nanti.</p>
<p>Saudaraku seiman dan seperjuangan..</p>
<p>H ati manusia sangatlah mudah terpengaruh oleh lingkungan tempat tinggalnya. Dalam era keterbukaan dan globalisasi dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu canggih sekarang ini, pengaruh kebudayaan, peradaban, trend. Mode, prilaku dan lain-lain, sangat mudah masuk dalam lingkungan kita. Bahkan kita juga tidak bisa menafikan bahwa kehidupan kita sekarang ini sedikit banyak sudah dipengaruhi kesemua hal tersebut, hanya saja karena terlalu sering kita hadapi dalam keseharian maka kita menganggapnya suatu hal yang wajar sehingga kita tidak menyadarinya sama sekali.<br />
Keadaan seperti ini mengharuskan diri dan keluarga kita khususnya, untuk memasang filter yang dapat memisahkan pengaruh baik dan buruknya. Lantas yang jadi pertanyaan sebenarnya apa hakikat hati itu? Apa macam-macam hati berikut tanda-tandanya? bagaimana cara kita mengetahuinya? Termasuk jenis apakah hati kita slama ini? Baik atau burukkah? Bagaimana cara yang tepat dan efektif untuk membersihkan hati yang sudah rusak?<br />
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut maka saat ini saya menyajikan sedikit ulasan tentang ”Hati Menurut Perspektife AlQur’an”.</p>
<p>Saudaraku yang Insya Allah dimulyakan oleh Allah SWT,,</p>
<p>Hati adalah sebuah komponen yang terletak diantara dua lambung manusia, tidak ada seorangpun yang dapat memprediksi seberapa dalam hati manusia yang dalamnya melebihi kedalaman samudera di dunia.<br />
Untuk mengenal allah dan senantiasa beribadah padanya, hendaklah kita sebagai manusia mempersiapkan diri dengan hatinya bukan dengan lahiriahnya. Karena hati dapat mendekatkan serta menjaukan kita dari Allah SWT. Hati adalah sesuatu yang lembut dan bersifat ketuhanan. Hati yang lembut ini adalah hakekat manusia yang dapat menangkap sesuatu, berilmu dan mengenal Allah. Yaitu manusia yang menjadi sasaran khitab atau perintah Allah, yang disiksa, dicela dan dituntut atau dimintai pertanggung jawaban tentang amal perbuatannya.<br />
Cahaya hati hanya akan tersebar keseluruh tubuh dengan kiat ibadah, sedangkan perbuatan keji justru sebaliknya akan menghalangi cahaya hati, sehingga manusia cenderung berbuat kejahatan, berhati batu, dan keras.<br />
Kenyataannya, seiring dengan bergulirnya zaman tidak sedikit manusia pada saat ini yang dikuasai nafsu. Hati mereka yang hitam oleh penyakit itu dibiarkan saja tanpa ada usaha sedikitpun untuk membersihkannya karena sudah terlalu gelap dalam kepekatannya, mereka itu adalah orang-orang orang-orang yang gagal dalam dalm memimpin hati, sehingga syaithonpun berkuasa dan sifat yang terpuji berubah menjadi tercela. Oleh karena itu jangan heran jika pada saat ini kemaksiatan semakin merajalela di dunia.</p>
<p>Saudaraku seiman dan seaqidah….</p>
<p>Hati itu mempunyai dua ciri yakni hidup atau matinya, dan karena dasar inilah hati terbagi menjadi tiga jenis diantaranya:<br />
1. Hati yang sehat<br />
Hati yang sehat adalah hati yang selamat di hari kiamat, sepertiu fierman Allah dalam Al-Qur’an yang bebrbunyi:</p>
<p>Artinya: ”Yaitu dihari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sehat.”<br />
Hati yang sehat dalam artian sehat dari menjadikan sekutu bagi Allah ta’ala apapun alasannya, serta memurnikan ubudiyahnya kepada Allah dalam segala keinginan, cinta, tawakal. Inabah, ketundukan, khusyu dan berharap. Ia memurnikan amal perbuatannya karena Allah Ta’ala. Jika ia mencintai seseorang atau sesuatu, maka ia mencintainmya karena Allah. Jika ia marah maka ia marah karena Allah. Tidak itu saja, ia mengikatkan hatinya denagn ikatan yang kokoh untuk meniru Nabi dalam ucapan dan perbuatan.<br />
2. Hati yang sakit<br />
Jenis hati yang ketiga yaitu hati yang mempunyai kehidupan dan memiliki penyakit. Sekali waktu ia mendukung kehidupan dan sekali waktu didukung penyakit. Ia tergantung aspek mana yang lebih dominan di dalamnya diantara dua aspek tersebut. Dalam hati tersebut terdapat cinta pada Allah, beriman, ikhlas dan tawakal, yang merupakan bahan baku kehidupannya. Namun di dalamnya juga terdapat cinta pad syahwat, mengutamakan dan berusaha keras mendapatkannya. Dengki, sombong, besar kepala, cinta popularitas dan berbuat kerusakan di bumi merupakan bahan bakar kebinasaannyadan mala petakanya.<br />
Hati jenis ini selalu diuji dua penyeru yang mengajak kepoda Allah, Rasul dan Negeri akhirat dan poenyeru yang mengajaknya kepada dunia. Ia memenuhi penyeru mana yang lebih dekat dengan pintunya.<br />
3. Hati yang mati<br />
Hati yang mati seprti ini kebalikan dari hati yang sehat yakni tidak mengenal Tuhannya, tidak menyembah-Nya, tidak mencintai-Nya dan tidak ridho kepada-Nya. Hati seperti ini berdiri antara syahwat dan kelezatannya. Hawa nafsu adalah pemimpinnya,syahwat adalah panglimanya, kebodohan adalah pengemudinya dan kelalaian adalah kendaraannya,<br />
Fikirannya terkonsentrasi untuk mendapatkan tujuannya dunia, ia mabuk kepayang oleh hawa nafsu dan cinta dunia, ia tidak menggubris ajakan-ajakan mulia karena hawa nafsu tewlah membuatnya buta dan tuli terhadap selain kebatilan.<br />
Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an surah Al-isra 72 yang berbunyi:</p>
<p>Artinya: ”Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).”<br />
Terkadang hati itu seakit dan sakitnya teramat parah, namun pemiliknya tidak menyadarinya. Karena ia sibuk dan selalu berpaling dari mengetahui kesehatannya dan sebab-sebabnya. Tanda dari hati yang mati diantaranya ia tidak merasakan sakitnya luka-luka keburukan, kebodohannya terhadap kebenaran dan itu tergantung pada kehidupan hatinya.<br />
Terkadang seseorang merasakan hatinya sakit, namun ia amat berat dalam menanggung pahitnya obat dan bersabar terhadapnya lebi9h menyukai kelangsungan sakitnya dari pada pahitnya obat. Sesungguhnya obat bagi penyakitanya adalah dengan menentang hawa nafs, itulah yang paling sulit bagi jiwa dan tidak ada yang bermanfaat baginya selain hal tersebut.<br />
Allah menyebutkan ketiganya melelui firmannya dalam Al-qur’an surah Alhajj 52-53 yang berbunyi:</p>
<p>Artinya: ”Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,<br />
Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.” dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.”<br />
( Al-Hajj: 52-54)</p>
<p>Hadirin Hadirot yang saya cintai dan Insya Allah dicintai pula oleh Allah SWT,,,</p>
<p>Setelah kita mengetahui Hati jenis pertama adalah hati yang hidup khusyu, sopan santun, dan sadar. Hati jenis kedua adalah hati yang kering dan mati. Hati yang terakhir adalah hati yang sakit, terkadang lebih dekat pada hati yang sehat dan terkadang sebaliknya lebih dekat pada yang mati. Maka sudah barang tentu saat ini kita sudah bisa mengintrospeksi diri dimanakah letak keadaan hati kita, dimanapun posisi hati kita berada, hendaknyalah kita terus berupaya untuk terus membersihkan hati agar tidak tertutup dengan noda hitam yang dapat menutupinya., sehingga perangai kita akan didominasi oleh syaithan yang dapat menjerumuskan kita kedalam api neraka serta terhalang dari rahmat Allah.<br />
Mari kita sucikan hati kita dari nafsu yang membawa keburukan kepada diri kita melalui taat pada segala perintah Allah dan menjauhi semua larangannya. Semoga allah senantiasa memberikan rahmat dan rahimnya kepada kita dan diselamatkan baik di dunia ataupun akhirat. Amiaen…</p>
<p>Saudaraku sekalian yang Insya allah dirahmati oleh Allah SWT…</p>
<p>Mungkin sampai disini pidato dari saya, semoga dapat bermanfaat. Jika terdapat kesalahan dalam menyampaikan isi pidato, saya minta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Akhirulkalam…</p>
<p>Uusiikum wa nafsii bittaquallah,,<br />
Wassalamu’alaikum wr. Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=52&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/wilda-nurlaila-qodri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fitriadi</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/fitriadi/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/fitriadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 03:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/fitriadi/</guid>
		<description><![CDATA[Fitriadi Jur/kls/smt : KPI/B/IV NIM : 207400305 2009/05/08 pukul 13:05 1. Pengalaman yang pernah saya alami Beberapa waktu yang lalu tepatnya ketika masih sekolah di MA Al-Masthuriyah sukabumi, saya pernah mengikuti pengajian dalam rangka memeriahkan PHBI (peringatan hari besar islam) di RS BUNUT sukabumi, dalam acara tersebut diisi dengan tabligh akbar dan kebetulan penceramahnya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=51&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fitriadi<br />
Jur/kls/smt : KPI/B/IV<br />
NIM : 207400305</p>
<p>2009/05/08 pukul 13:05</p>
<p>1. Pengalaman yang pernah saya alami<br />
Beberapa waktu yang lalu tepatnya ketika masih sekolah di MA Al-Masthuriyah sukabumi, saya pernah mengikuti pengajian dalam rangka memeriahkan PHBI (peringatan hari besar islam) di RS BUNUT sukabumi, dalam acara tersebut diisi dengan tabligh akbar dan kebetulan penceramahnya adalah K.H. Jujun Junaidi. Dalam pengajian tersebut yang hadir bukan hanya ibu-ibu dan bapak-bapak saja bahkan Dari semua kalangan pun hendak menghadiri dan mengikuti pengajian tersebut, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda, remaja bahkan anak-anak pun sangat antusias mendengarkannya.<span id="more-51"></span><br />
Dalam pengajian akbar tersebut dilaksanakan hanya hari-hari besar islam saja dan tidak sering dilakukan di hari-hari biasa, oleh karenanya pengunjung rumah sakit ataupun masyarakat setempat sangat antusias sekali ketika mengikuti acara pengajian tersebut jika tidak menghadiri pengajian tersebut akan merasa rugi karena materi-materi yang disajikan penceramah sangat menyesuaikan dengan keadaan zaman.<br />
Acara yang di sajikan didalam pengajian itu tidak jauh dari kegiatan agama seperti pada umumnya, misalnya pengajian Alquran yang dipimpin oleh para ustad-ustadnya, kemudian dilanjutkan dengan acara tausiyah islamiyah yang disampaikan oleh penceramah yang di undang.<br />
Bisa dikatakan ketika saya mengikuti pengajian merasa terisi dan terhibur hati dan perasaan, karena ketika Muballigh menyampaikan materi diwarnai dengan kemampuannya, yaitu pandai membuat para mustami’ atau mad’u tertarik untuk menghadiri pengajiannya. Banyak orang yang terkesan ketika sepulang pengajian atau tabligh akbar.<br />
Meskipun demikian rasa syukur patutlah kita panjatkan kepada Allah Swt, karena pada saat ini masyarakat yang beragama islam masih ada yang peduli dengan kegiatan dakwah, dengan begitu syi’ar islam masih bisa berjalan dengan baik, dan tidak tertinggal. Bagaimana mungkin dakwah islam bisa berjalan dengan lancar jika tidak ada kepedulian dari masyarakat itu sendiri.<br />
Dalam penyampaian materinya begitu sesuai dengan keadaan karena para mad’u bukan hanya datang dari majlis ta’lim ibu-ibu saja masih banyak yang lainnya. Bukan sombong ataupun takabur, saya juga ikut memeriahkan acara tersebut dengan mementaskan alunan padang pasir dan shalawat (marawis), maka dari itu dapat menyedot perhatian para mustami dari semua kalangan. Setelahnya dilanjut dengan tabligh akbar.<br />
Suatu aktivitas yang menyenangkan bagi saya mengikuti kegiatan tersebut dalam rangka menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat setempat, disamping itu saya bisa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan agama diluar kegiatan kuliah yaitu yang saya dapatkan dari acara tausiyah keagamaan, sebagai bentuk tolabul ’ilmi seorang muslim dalam mencari ilmu.<br />
Sebagimana kita sesama muslim di wajibkan untuk mencari ilmu guna menghilangkan kebodohan dalam diri kita, dan juga menambah pengetahuan tentang ilmu agama, sehingga kita dapat beribadah dan beramal sesuai dengan ajaran agama islam. Yang semoga kita diberkahi oleh Allah Swt dan diridhoi-Nya sehingga ilmu yang kita peroleh bermanfaat bagi kita, dan dengan ilmu yang bermanfaat itu kita dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.</p>
<p>2. Pengalaman pribadi sebagai da’i cilik<br />
Menunggu giliran untuk naik keatas mimbar atau maju kedepan mad’u rasa gemetar dan keraguan begitu menyelimuti tubuh, kemudian setelah tiba waktu untuk meju kedepan rasa itu semakin meningkat dan rasa-rasanya saya ingin turun lagi dari mimbar karena merasa diri saya belum pantas berdiri didepan mustami, sedangkan yang menghadiri nya para da’i asli atau penceramah yang berkompeten dalam bidang tersebut.<br />
Namun, dengan dijalani dengan kemampuan seadanya karena memang dalam proses pembelajaran menjadi seorang da’i walaupun masih dalam tingkatan da’i cilik “Dacil”, ketika dalam menyampaikan pesan-pesan dakwahpun terhambat karena rasa gemetar dan keraguan telah menyelimuti sebelum naik keatas mimbar mungkin karena baru pertama kalinya melakukan obsesi sebagai da’i.<br />
Pengalaman yang saya alami tersebut ketika masih duduk dikelas dua SMP yang bertepatan dalam perlombaan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Banyak sekali pserta yang sudah tertanam dalam dirinya menjadi seorang da’i, maka dari itu saya minder ketika menyaksikan penampilannya begitu sistematis dalam menyampaikan isi dalam ceramahnya. Padahal dalam isi materinya sama-sama membahas tentang Maulid Nabi, dengan dibekali pengalaman yang cukup mereka dapat menyampaikan dengan baik.</p>
<p>Setelah menyaksikan penampilan peserta yang lain sayapun bergegas ingin seperti mereka dalam menyampaikan isi materinya tapi tidak semirip apa yang dilakukan mereka, dengan terbata-bata dalam menyampaikan isi materi yang saya bawa muncul rasa gemetar dan membuat konsentrasi saya buyar.<br />
Sampai sekarang rasa keberanian berbicara didepan orang banyak masih belum tertanam dengan baik, maka dari itu saya masih penasaran untuk melakukannya lagi dan ingin sekali seperti para da’i yang sudah profesional dalam bidang tersebut.</p>
<p>3. Materi dakwah</p>
<p>MUSIBAH SEBAGAI TAZKIYAH DARI ALLAH SWT.</p>
<p>السلا م عليكم و رحمة الله وبر كا ته<br />
الحمد لله الد ى امر نا با لصبر على المصيبة, الصلا ة و السلا م على سيد البر ية و على اله وصحبه ومن تبع رسا لته : اما بعد</p>
<p>Hadirin rohimakumullah….</p>
<p>Kita perhatikan, saat ini tanah air kita sedang menjerit, bumi pertiwi sedang menangis ketika menyaksikan banyak sekali musibah yang melanda tanah ini. Kita lihat beberapa daerah sedang ditimpa musibah, mulai dari gempa bumi bumi di DIY, tsunami di Aceh, angina puting beliung di Madura dan Brebes,banjir bandang yang melanda kota Jakarta, dan masih hangat-hangtnya kejadian tsunami kecil yang melanda saudara kita di cireundeu tangrang banten dan tanah longsor yang menimpa saudara-saudara kita disumatera.</p>
<p>Akibat musibah tersebut, tidak sedikit orang tua yang kehilangan anaknya, anak-anak yang kehilangan orang tuanya, dan akibat musibah yang terjadi telah melahirkan kepedihan, penderitaan, bahkan akan semakin bertambah angka kemiskinan dibumui pertiwi ini karena telah menghancurkan harta benda dengan waktu yang amat singkat. Na’udzubillah . .</p>
<p>Dr. Muhammad Husain Al-Baghdadi, seorang ilmuwan yang berkebengsaan Irak, dalam bukunya: “المصيبة عند القر ا ن شا هد علي قد ر ة الله “, mengatakan ‘ secara garis besar, al-Qur’an mendeskripsikan kepada kita tiga makna dari sebuah musibah. Pertama, musibah sebagai ujuian dari Allah. kedua, musibah sebagai sikasaan dari Allah. Ketiga, musibah seagai rahmat dan takziyah dari Allah.</p>
<p>Timbul pertanyaan, apakah musibah yang melanda negeri kita ini musibah sebagai ujian, adzab, atau rahmat dan takziyah dari Allah ?<br />
Pada kesempatan kali ini yang akan saya bahas adalah Musibah sebagai takziyah dari Allah sebagaimana firmsn Allah dalam surat As-Syuro ayat 30-31 :</p>
<p>وما اصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ويعفوا عن كثير (30) وما أ نتم بمعجز ين فى الارض وما لكم من دو ن ا لله من ولي ولا نصير</p>
<p>Artinya : “ dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan – kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari adzab Allah) dimuka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak ada orang yang menolong selain Allah”.</p>
<p>أي ما يصيبكم أيها النا س مصيبة فبما اجتر حتم من الأ ثا م ويعفو ا عن كثير من إجرا مكم ولا يعا قبكم به بل رحمة منه بكم</p>
<p>“ hai manusia seluruh musibah yang menimpa kamuitu disebabkan karena dosa-dosa yang kamu perbuat, maka Allah mengahpus dosa-dosa itu dengan musibah, bukan sebagai siksaan namun sebagai rahmat bagi kamu “. Demikian penafsiran Syekh Kalid Abdurrahman l-Aki dalam “Syafwatul Bayan luma’anil Qur’an”.</p>
<p>Dengan demikian, tidak setiap musibah berarti siksa dari Allah, tapi ada musibah sebagai rahmat dan penghapus dosa yang dilakukan manusia. Timbul pertanyaan lagi, bagaimana kesadaran manusia untuk menghindari perbuatan maksiat saat ini dalam rangka menjauhi musibah tersebut ? kita tidak mungkin menutup mata dari kasus demi kasus, betapa rendahnya dari kasus demi kasus, betapa rendahnya perhatian manusia untuk menghindari perbutan maksiat, baik kepada Allah, kepada manusia, terutama kepada alam sekitarnya.</p>
<p>Kita perhatikan , seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, banyak sekali orang-orang yang menyalah gunakan perkembangan tersbut dan mereka merusak, mencemari dan mengeksploitasi alam yang kini tumbuh subur laksana cendawan dimusim hujan. Sudah tentu banyak sekali bukti yang sering kita lihat disekitar, gunung-gunung yang dulu lebat akan pepohonan kini disulap menjadi mega-mega proyek, lahan pertanian yang dulu subur kini telah menjadi vila-vila yang megah, pembakaran huitan dikalimantan, penumpukan sampah dan limbah industri dikota-kota besar.</p>
<p>Belum lagi kemunkaran dan kemaksiatan yang dilakukan manusia saat ini, perjudian, perampokan, perkosaan, pembunuhan dimana-mana. Penipuan, budaya munafik, bahkan yang sedang marak-maraknya yang menimpa para wakil rakyat menikmati hasil yang bukan haknya yakni korupsi, kolusi dan nepotismeyang mewabah dan menggejala, bahkan sudah menjadi karakter bangsa.</p>
<p>Akibat kemaksiatan dan kemunkaran yang dilakukan manusia tersebut, maka sudah sepantasnya Allah menurunkan musibah sebagai takziyah dan pembersih terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan manusia.</p>
<p>Dengan musibah yang Allah turunkan saat ini tindakan apa agar kita terhindar dari musibah yang kita alami sekarang ?<br />
Sebagai jawabannya kita renungkan firman Allah dalam surat al-A’raf ayat 96:</p>
<p>و لوأن أهل القر ى امنوا واتقوا لفتعنا عليهم بركا ت من السما ء والأا رض ولكن كد بوا فأ خد نا هم بما كا نوا يكسبون (96)</p>
<p>Artinya : “ jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.</p>
<p>Imam Jalaludin as-Suyuti, dalam “lubanunnuqul fi asbabin nuzul” menjelaskan, ayat tadi diturunkan kepada kaum Nabi Luth yang sering melakukan kemaksiatan agar beriman dan bertaqwa dalam rangka menjauhi adzab Allah, yang diisyaratkan dalam kalimat “ و اتقوالو سعنا عليهم بر كا ت من السما ء و الا رض “, yakni “ apabila mereka beriman dan bertaqwa pasti akan kami laskan bagi mereka berkah dari langit dan bumi, demikian penafsiran Imam Ali as-Shabuni dalam shafwatut tafsir.</p>
<p>Dengan demikian, untuk mencegah dan menghindari musibah dinegeri ini langkah pertamadan utama yang harus kita lakukan adalah beriman dan bertaqwa, dalam bentuk menjaga hubungan baik dengan Allah (Hablum minallah) sebagai realisasi ma’rifat ilahiyah, dan menjaga hubungan baik dengan manusia (hablum minannas) sebagai realisasi ma’rifat insaniyah.</p>
<p>Oleh karena itu, kami menghimbau kepada hadirin, saya dan saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk memantapkan keimanan dan ketaqwaan serta menjauhi kemaksiatan dan kemunkaran. Kepada para elit bangsa ini singkikrkanlah budaya korupsi, kolusi dan nepotisme, kepada warga Indonesia terutama umat isla mari kita laksanakan semua perintah Allah dan kepada para pemuda khususnya, mari kita gunakan masa muda ini dengan sebaik-baiknya dengan mengisi otak kita dengan ilmu pengetahuan dan yang terpenting kita hiasi diri kita dengan akhlakul karimah.<br />
Syauqi Bekh dalam syairnya :</p>
<p>إنما الأمم الأخلاق ما بقيت فإ ن هموادهبت لأخلا قهم دهبوا</p>
<p>“ Bangsa-bangsa akan tegak berdiri apabila ditopang dengan akhlakul karimah, sebaliknya bangsa-bangsa akan jatuh tersungkur, rusak binasa apabila rusak akhlaknya ”.</p>
<p>Jika sikap tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah bangsa kita akan terhindar dari berbagai bencana dan musibah. Bagi kita insane yang beriman yang melakukan langkah ini berarti telah melakukan amal shaleh.</p>
<p>Hadirin rahimakumullaah . . .</p>
<p>Uraian tadi dapat kita simpulkan, pertama, saat ini bangsa kita sedang tertimpa musibah dan malapetaka, kita berharap mudah-mudahan musibah ini merupakan rahmat dari Allah SWT. Kedua, dalam rangka menghindari musibah susulan mari kita tingkatkan ketaqwaan dan keimanan. Ketiga, mari kita berdo’a semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT. Dan bagi yang meninggal dunia semoga termasuk orang-orang yang mati syahid. Amin….</p>
<p>Burung irian, burung cendrawasih<br />
Cukup sekian dan terima kasih.</p>
<p>Wassalamu’alaikum Wr.Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=51&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/fitriadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andi Rahmat Fauzi</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/andi-rahmat-fauzi/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/andi-rahmat-fauzi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 03:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Andi Rahmat Fauzi KPI A / IV 207 400 282 2009/05/08 pukul 12:40 A.Proses Dakwah Yang Menarik Yang Pernah Saya Ikuti: Pengalaman menarik yang sangat mengesankan bagi saya, adalah kegiatan pengajian rutinan yang sering diadakan setiap satu kali dalam seminggu yang bertempat di kelurahan Panyilekan Cipadung Wetan Bandung tepatnya di Majlis Ta’lim AL-BA (Al-baqiyatus As-shalihat) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=48&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andi Rahmat Fauzi<br />
KPI A / IV<br />
207 400 282</p>
<p>2009/05/08 pukul 12:40</p>
<p>A.Proses Dakwah Yang Menarik Yang Pernah Saya Ikuti:<br />
Pengalaman menarik yang sangat mengesankan bagi saya, adalah kegiatan pengajian rutinan yang sering diadakan setiap satu kali dalam seminggu yang bertempat di kelurahan Panyilekan Cipadung Wetan Bandung tepatnya di Majlis Ta’lim AL-BA (Al-baqiyatus As-shalihat) yang kebetulan dekat dengan tempat saya tinggal sekarang selama saya belajar di bandung, yang dimana pengajian tersebut banyak dihadiri oleh masyarakat setempat, baik para bapak-bapak dan remaja pria, serta ibu-ibu juga tidak ketinggalan para remaja wanita pun ikut serta hadir dalam mengikuti pengajian tersebut.<span id="more-48"></span><br />
Pengajian rutin ini dilakanakan pada hari kamis pada sore hari yang dikhususkan bagi para ibu-ibu dan remaja wanita, sedangkan untuk para bapak-bapak dan remaja pria di laksanakan pada malam harinya yang bertepatan dengan malam jumat. Kegiatan pangajian ini adalah sebagai suatu bentuk kegiatan dakwah yang di ikuti bersama oleh masyarakat setempat dan termasuk saya didalamnya, karena dalam acara pengajian rutin ini saya pun ikut serta mengaji bersama dengan yang lain.<br />
Acara yang di sajikan didalam pengajian itu tidak jauh dari kegiatan agama seperti pada umumnya, misalnya pengajian Alquran yang dipimpin oleh para ustad-ustadnya, kemudian dilanjutkan dengan acara tausiyah islamiyah yang disampaikan oleh penceramah yang di undang.<br />
Dalam pelaksanaan pengajian itu para hadirin sangat khusyuk ketika doa tahlil, dan sangat menyimak isi dari tausiyah penceramah, namun sekali-kali ada juga yang mengantuk dan tidak menyimak, yang mungkin kerena kelelahan setelah beraktivitas sehari penuh, akan tetapi bisa juga karena mungkin materi yang di sampaikan kurang begitu di mengerti atau kurang menarik baginya.</p>
<p>Meskipun demikian rasa syukur patutlah kita panjatkan kepada Allah Swt, karena pada saat ini masyarakat yang beragama islam masih ada yang peduli dengan kegiatan dakwah, dengan begitu syi’ar islam masih bisa berjalan dengan baik, dan tidak tertinggal. Bagaimana mungkin dakwah islam bisa berjalan dengan lancar jika tidak ada kepedulian dari masyarakat itu sendiri.<br />
Suatu aktivitas yang menyenangkan bagi saya mengikuti kegiatan tersebut dalam rangka menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat setempat, disamping itu saya bisa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan agama diluar kegiatan kuliah yaitu yang saya dapatkan dari acara tausiyah keagamaan, sebagai bentuk tolabul ’ilmi seorang muslim dalam mencari ilmu.<br />
Sebagimana kita sesama muslim di wajibkan untuk mencari ilmu guna menghilangkan kebodohan dalam diri kita, dan juga menambah pengetahuan tentang ilmu agama, sehingga kita dapat beribadah dan beramal sesuai dengan ajaran agama islam. Yang semoga kita diberkahi oleh Allah Swt dan diridhoi-Nya sehingga ilmu yang kita peroleh bermanfaat bagi kita, dan dengan ilmu yang bermanfaat itu kita dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.</p>
<p>B.Pengalaman pribadi yang berkesan dalam penyampaian dakwah:<br />
Perasaan gugup atau yang sering disebut dengan demam panggung pasti selalu dirasakan setiap orang, tentunya ketika saat pertama kali berbicara dihadapan banyak orang karena mungkin ketidak biasaannya, atau merasa belum pernah melakukan hal seperti itu, sama seperti halnya saya dan mungkin anda sekalian juga pernah mengalami hal yang sama seperti itu. Rasa gemetar dan serba salah karena di perhatikan banyak orang di hadapan kita sehingga kita merasa takut salah dalam mengucapkan kata-kata dengan mulut yang terbata-bata di waktu menyampaikan pesan atau bisa juga pada kesempatan yang lain, satu kewajaran mungkin tidak semua orang bisa sama semua, pandai dakam berbicara adalah potensi yang di peroleh dengan banyak berlatih bicara sampai menjadi seorang yang handal, katakanlah seorang yang ahli dalam bidang komunikasi.<br />
Kejadian yang pernah saya alami yang terjadi dua tahun yang lalu, ketika mengikuti suatu kegiatan yaitu perkumpulan reuni dengan teman-teman sekolah yang seangkatan. Pada waktu itu saya ikut hadir dalam acara tersebut, oleh dikarenakan sangat<br />
di wajibkan sekali dalam rangka menjaga tali silaturahim dan mengikat tali erat sesama kawan lama.<br />
Perkumpulan itu diisi dengan acara-acara formal namun ada juga acara hiburannya, yang seiring berjalannya waktu kita dibuaikan dengan alunan irama musik yang dinyanyikan sebagian teman kami yang pandai dalam memainkan alat musik, dan sesaat tersedih karena wejangan yang di berikan oleh guru-guru sekolah kami yang hadir pula pada waktu itu, bersyukur sekali kami bisa lulus dan melanjutkan perjuangan hidup demi memperoleh masa depan yang cerah. Nasihat-nasihat yang disampaikan tentang kehidupan yang perlu akan perjuangan keras sangat begitu dalam masuk dalam hati kami, mendorong kami agar tetap terus maju dan jangan pernah berputus dan berhenti ditengah jalanm, karena segala permasalahan yang kita jalani dalam kehidupan ini akan selalu ada jalan keluarnya.<br />
Hingga akhir acara selesai yang di tutup dengan pembacaan doa dan renungan, kami berkumpul semua dengan di pandu oleh ketue angkatan kami. Kemi berkumpul di aula gedung marhamah dekat Kebun Raya Bogor. setelah itu kami diharapkan memberikan kesan dan pesan yang dapat di jadikan sebagai visi dan misi untuk kedepan.<br />
Setiap orang dari kami dipersilahkan untuk berdiri dalam lingkarang besar direngah-tengah teman-teman yang lain yang berkumpul dalam bentuk lingkaran, dan setiap yang maju ketengah lingkaran itu harus mengeluarkan ide-ide briliant dalam pembentukan panitia angkatan kami. Untuk itu semua tentu perlu dukungan dari kami semua. Pembentukan ini adalah suatu wadah bagi kami untuk salah satu pembentuk kasatuan yang tidak hanya selama masa-masa duduk dibangku sekolah akan tetapi setelah lulus pun harus bisa seperti itu juga.<br />
Dari awal sampai akhir banyak sekali semua teman dari kami yang menyampaikan kesan dan pesan itu dengan segala ciori khas tersendiri, ada yang lancar dan juga ada juga yang tidak masuk akal, banyak sekali. Adapun saya sendiri dengan ekspresi gugup gemetar dalam keadaan berdiri.<br />
Sangat berkesan sekali, dan ternyata fenomena komunikasi seperti contohnya tadi dan ada yang lain juga. Mengingatkan kita kembali bahwa pintar berkomunikasi, akan dapat membantu kita dalan sagala hal.</p>
<p>C.Materi Dakwah yang Persuasif:<br />
Tema : Quran dan Wahyu<br />
Judul : Perbedaan Diantaranya<br />
Sub : – Esensi Quran<br />
– Esensi Wahyu<br />
– Nama-Nama Al-Quran</p>
<p>Assalamualaikum Wr. Wb.<br />
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat kepada kita semua dari nikmatnya yang terkecil hingga nikmat yang terbesar, dan tidak lupa shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Alam yakni Rasulullah SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kegelapan hingga zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Kepada keluarganya , sahabat , dan para tabiin dan tabiitnya sampai kepada kita semua selaku umatnya yang terus-menerus senantiasa mengikuti jejak langkah-langkaanya semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di hari kemudian nanti.</p>
<p>Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allh SWT.<br />
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, di malam yang begitu penuh dengan rahmat dan magfirah Allah SWt, saya ingin menjelaskan tentang perbedaan antara devinisi Alquran dan Wahyu, Alquran menurut bahasa mempunyai arti bacaan, seperti yang dimaksud di dalam surat Qiyamah ayat 17-18 :<br />
“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu”. (Al-Qiyamah 17-18)<br />
Dalam penjelasan lain, kata Alquran telah digunakan sebagaimana kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang sebagaimana kita ketahui bersama Alquran diturunkan kepada Rasulullah pada malam ke 17 di Bulan Ramadhan.<br />
Firman Allah SWT :<br />
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (Al-Baqarah : 185)<br />
Dalam ayat diatas, dijelaskan bahwa Alquran diturunkan sebagai petunjuk dan penjelas bagi manusia. Secara istilah, Alquran adalah mukjizat Rasul yang terbesar dan termasuk kalam iIlahi. Yang ditulis didalam mushaf yang didalam setiap tulisannya memiliki makna dan arti yang berbeda-beda. Namun, sangat teratur dan tersusun serta terangkai dengan pengetahuan dan keagungan Allah SWT didalamnya, dan apabila kita membacanya termasuk ibadah.<br />
Sehingga timbullah devinisi bahwa Alquran bukanlah kitab-kitab Allah yang terdahulu seperti Zabur, Taurat dan Injil. Akan tetapi, kitab Alquran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman dan utusan terakhir yang dimana tidak ada seseorang pun yang dapat merubahnya dan menciptakan kitab yang sederajat dengan alquran baik dari golongan manusia maupun jin sekalipun.<br />
Allah berfirman : “Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Al-Israa : 88)<br />
Jadi jelas, bahwa Alquran tidak akan dapat di ubah ataupun disamakan karena janji Allah akan menjaganyan sehingga manusia dan jin pun tidak akan dapat merubahnya atau mencipatakannya.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
Alquran dan wahyu memiliki perbedaan dalam arti, seperti halnya Alquran telah saya jelaskan tadi, wahyu menurut bahasa, mempunyai arti memberikan inormasi atau pengetahuan tentang sesuatu rahasia atau tersembunyi yang menimbulkan ketakjuban atau biasa kita sebut inspirasi yang terdalam. Sehingga dalam arti istilahnya wahyu adalah kejadian yang dialami oleh beberapa orang yang tertentu yang mana perintah Allah yang ditujukan kepada seseorang yang Dia pilih dari hamba-hamba Nya tentang petunjuk dan pengetahuan yang tidak seperti kebiasaan manusia pada umumnya. akan tetapi di luar kebiasaan manusia.<br />
Jadi, adapun wahyu secara umumnya dapat diartikan sebagai sebuah informasi dari Allah kepada utusan-Nya akan Hukumn-Nya, berita-Nya penjelasan-Nya melalui cara yang tersembunyi, kepada Rasul yang dipilih-Nya untuk disebarkan kepada manusia agar supaya mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.<br />
Hadirin yang saya hormati dan yang Allah muliakan<br />
Banyak sekali nama-nama Alquran yang tertera dalam Alquran, diantaranya ialah:</p>
<p>a. Al-Kitab atau Kitabullah<br />
Nama Al-Kitab sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 2 :<br />
Artinya: “Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”.<br />
Allah SWT menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis. Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.<br />
b. Al-Furqon<br />
Mempunyai arti pembeda antara kebaikan dan keburukan dan antara yang hak dan yang batil. Firman Allah : “(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk”. (Al-Baqarah : 185)<br />
c. Ad-Dzikr<br />
Mempunyai arti sebagai pengingat, yaitu mengingat Allah SWT. Hany beberapa nama, yang masih banyak didalam penjelasan yang lain, adapun yang terpopuler adalah Alquran yang dijulukan kepada kitab sebagai kitab terakhir yang menjadi pelengkap dan penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya. Terdapat beberapa nama yang Alquran yang lain, namun tidak bisa saya jelaskan semuanya , karena masih banyak sekali dan dapat kita cari di dalam Alquran itu sendiri.<br />
Hadirin yang saya hormati<br />
Mungkin hanya demikian yang bisa saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaikan dapat menambah pengetahuan yang kita miliki, dan bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya, mohon maaf atas kurang dan lebihnya, bila ada sumur di ladang boleh kita numpang mandi dan bila ada umur panjang boleh kita bertemu kembali.</p>
<p>Wabillahi taufiq wal hidayah<br />
Wassalamuailaikum Wr. Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=48&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/11/andi-rahmat-fauzi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susan Alfa Hasanah</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/09/susan-alfa-hasanah/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/09/susan-alfa-hasanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 02:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Susan Alfa Hasanah 207 400 354 KPI C/4 1. Ceramah yang paling berkesan bagi saya, yaitu ketika saya masih duduk di kelas 3 SMP pada tahun 2003 lalu, tepatnya dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di sekolah saya pada waktu itu. narasumber atau penceramahnya pada waktu itu adalah Bapak K.H Ilyas Ruhiyat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=45&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Susan Alfa Hasanah<br />
207 400 354<br />
KPI C/4</p>
<p>1. Ceramah yang paling berkesan bagi saya, yaitu ketika saya masih duduk di kelas 3 SMP pada tahun 2003 lalu, tepatnya dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di sekolah saya pada waktu itu. narasumber atau penceramahnya pada waktu itu adalah Bapak K.H Ilyas Ruhiyat, beliau pada waktu itu masih aktif di MUI Jawa Barat, aktifis PBNU Jawa Barat dan sesepuh atau pengasuh pondok pesantren Cipasung, Tasikmalaya. Saya begitu terkesan dengan ceramah beliau, mungkin karena beliau karismatik dan benar-benar mempunyai pesona yang sangat luar biasa.<span id="more-45"></span><br />
Tapi lebih dari itu, materi yang beliau berikan pun masih terngiang dalam telinga saya, meskipun sedikit, beliau menjelaskan bahwa kita harus senantiasa meningkatkan kualitas diri kita. Jika kita melakukan sesuatu yang sama tiapharinya, maka kita digolongkan orang yang rugi. jika kita melakukan sesuatu lebih baik dari hari kemarin, maka kita tergolong orang yang selamat, dan jika kita melakukan sesuatu lebih buruk dari hari kemarin, maka kita tergolong orang yang celaka. Mungkin dari sejam setengah beliau menyampaikan wejangan di acara itu, yang masih terngiang-ngiang mungkin hanya dalil itu, mungkin karena keterbatasan saya sendiri.<br />
Tapi, ketika itulah saya mendapatkan materi yang benar-benar saya tersadarkan olehnya. Mungkin karena peyampaian beliau yang sangat halus, sopan, ramah dan sangat menyentuh, maka saya tekadkan sampai sekarang saya belum menemukan sosok penceramah seperti beliau, yang kharismanya sangat memberi kenyaman, ketenangan terhadap mad’u nya, namun materi dari ceramah tersebut dapat tersampaikan dengan gamblang, dan itu benar-benar terpatri dalam hati. Inilah metode dakwah yang sudah sangat saya dapatkan di era dakwah sekarang. Tipe dakwah yang beliau miliki sudah hampir punah, munking karena kualitas pesona da’i-da’i sekarang juga sudah mulai memudar.</p>
<p>2. Pengalaman ceramah yang paling berkesan adalah ketika saya mengikuti audisi da’i-da’iyyah yang diselenggarakan oleh salah atu tasiun televisi swasta yang ada di Indonesia. ketika itu bulan agustus tahun 2006, kebetulan saya baru menyelesaikan sekolah di bangku SMA. Saya mengikuti audisi tersebut karena dorongan teman-teman saya waktu di sekolah, serta wali kelas saya yang terus mensuport saya untuk menimba penglaman. Kebetulan pada zaman saya ini, baru diadakan audisi untuk da’iyyah, sehingga peserta yang daftar pun sangat membludak. Tapi itulah senangnya, saya jadi banyak kenalan, mulai dari anak yang masih SMA sampai ibu-ibu yang datang sambil menggandeng anaknya. Itulah pengalaman yang paling menarik dan deg-degan. Apalgi setelah bergulir pengantrian untuk mengambil kartu peserta, nomor dan urutan berapakah saya?. Wah sangat menegangkan. Tapi lebih menegangkan ketika dibagi perkelompok tentunya antara ikwan dan akwat dipisahkan, masing-masing berjumlah lima orang dan menentukan dengan merekalah kita naik ke atas panggung.<br />
Masing-masing orang di beri waktu untuk berceramah selama tiga atau lima menit, tanpa muqoddimah. Kebetulan materi yang saya bawakan pada kesempatan kali itu tentang insan kamil. Materi yang saya hafalkan dari sebulan yang lalu, tapi penentuannya hanya di tentukan dalam waktu tiga menit saja. Saya merasa sedikit ada masalah ketika saya membacakan ayat suci Al-Qur’an ditengah-tengah penggalan keterangan, ternyata mungkin karena kondisi saya yang nervous meskipun sebulan latihan otodidak, saya membacakan ayat sucinya kurang maksimal dan kurang sinkron dengan apa yang saya harapkan. Kebetulan waktu itu saya membacakannya tidak murottal, tapi mujawwad, dan kondisi suara saya saat itu mungkin karena terlalu lama menunggu giliran, jadinya kurang fit. Tapi sudahlah jadikan ini pelajaran saja. Saya jadi ingin tersenyum mengingat moment itu ketika saya memberikan materi, mungkin kurang berbobot, tapi itulah kemampuan saya. Dan saya tutup ceramah saya itu dengan pantun, yang sempat mengumbar senyum pihak juri.<br />
Saya jadi teringat wajah para juri yang waktu kebetulan juri pada saat itu jurinya adalah pelantun soundtrack dari acara audisi itu, selanjutnya juri dari pihak TPI dan satu lagi saya lupa. Tapi semua terlihat menyeramkan waktu itu. Saya pun sempat down ketika melihat para peserta lain membawakan tema yang lebih menarik, pembawaannyapun sangat keren, berbobot dan waw…amazing!. Tapi saya berfikir jangan sampai patah semangat, ini adalah kesempatan yang mungkin tak datang dua kali. Maka saya harus pergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Meskipun dengan hasil yang kurang saya harapkan. Saya gagal. Penguman itu saya dapatkan dari radio Cosmo, dimana disana jugalah tempat saya mendaftar. Minimal setelah mengikuti audisi ini saya jadi tahu radio Cosmo Bandung, jadi tahu suasana audisi, jadi tahu kompetisi itu seperti apa, dan yang paling berkesan juga bisa langsung bertemu dengan Da’i Nanang, Da’I Fais, Da’I Dadang, Da’I Hariri, dan Da’i-da’I lainnya, dan setidaknya saya pernah merasakan di shooting. Tapi ini juga satu motivasi buat saya, untuk memancing mencari tahu bagaimana dakwah yang benar dan baik itu? Sehingga pada akhirnya saya tertarik pada dunia dakwah ini dan akhirnya itulah yang melatarbelakangi masuknya saya di jurusan KPI ini.<br />
3. Contoh dakwah persuasif:<br />
Assalmu’alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh</p>
<p>Rekan-rekan muda yang berbahagia,<br />
Lihatlah realitas sekarang, terlalu banyak tontonan anak muda yang tak menuntun. Tak aneh anak muda sekarang sukanya bukan nonton aa dan mamah dedeh tapi lebih tertarik nonton infotainment, lebih suka nonton termehek-mehek, lebih suka nonton acara reality show yang menguras air mata karena satu hal yang bernama cinta. Ya, anak muda tak lepas dari yang namanya gembar-gembor cinta. Cinta kepada lawan jenis tentunya, tapi sekarang mah tak jadi aneh dan di cap biasa cinta kepada sesama jenispun. Semakin sembrawutlah yang namanya cinta. Dan apakah anda bangga mengagung-agungkan cinta?<br />
Insya Allah berdirinya saya disini untuk mendefinisikan sedikit masalah ‘love’. What is the meaning of love? konon katanya, bila cinta sudah melekat, tai kotok pun rasa coklat. Semua hal terasa nikmat walaupun sengsara menjerat, dan celaka di akhirat. Na’udzubillah. Saya akan mencoba mendefinisikan pengertian cinta, meskipun pengertian cinta itu memang relative, tapi saya mohon pendengarkanlah pendapat saya mengenai sesuatu yang diagung-agungkan ini. Cinta, cerita indah tiada akhir. Salah. Tak selamanya dalam hubungan percintaan semuanya indah dan bahagia, hidup selalu diliputi senang dan duka, itulah sunatulloh. Sudahlah, sekali lagi saya bilang cinta itu relative, setiap orang bebas mendefinisan arti cinta menurut perspektif masing-masing. Sah-sah saja coy!<br />
Rekan-rekan muda yang sedang dilanda cinta, yang tidak sedang dilanda cinta berarti STMJ (sudah tua masih jomblo)<br />
Cinta, itulah sebuah rasa yang tumbuh merekah. Bunga-bunga serasa bermekaran. Kupu-kupu beterbangan. Hatipun berbunga-bunga. Jiwa menggelora. Semua rasa sakit hilang musnah. Semua kesulitan terasa mudah. Semua indah. itulah cinta. Ibnul Jauzi mengungkapkan dalam referensi buku yang saya baca The way to Life karya Abu Sholhuddin Izzudin, menyatakan “Barang siapa mengintip pahala karena keikhlasan, niscya menjadi ringanlah semua tugas yang berat”. Subhanlallah, begitulah cinta bila sudah ada keikhlasan didalamnya. Begitu indahnya si cinta. Dalam rasanya ia menghujam dada. Dahsyat energinya, mampu mengubah dan menggubah segala yang sederhana menjadi luar biasa.<br />
Rekan muda, menurut Abul Faraj Ibnu Qoyyim Al-Jauzi Rahimahulloh, faktor yang mendorong dan menyebabkan tumbuh rasa cinta ada tiga:<br />
sifat yang dimiliki orang yang dicintai dan pesona keindahannya.<br />
persaan orang yang mencintai terhadap orang yang dicintai.<br />
keserasian yang meliputi keselarasan dan kesesuaian antara orang yang mencintai dengan yang dicintainya.<br />
Bila ketiga hal ini menguat dan sempurna, cintapun kuat dan mengakar. Dahsyat. Bila pudae, lemah, maka musibah pun segera menerpa. Gagal. Kecewa. Gundah. Itulah putus cinta. Sakit!<br />
Namun apa relevansi uraian saya dari tadi dengan aplikasi kehidupan kita? rasululloh menggariskan bahwa kita belum mencapai derajat iman dan kecintaan yang sempurna, sebelum mampu mencintai segala sesuatu bagi orang lain sebagaiman kita mencintai buat diri kita sendiri. Eksp[resi cinta pada orang lain sejatinya kebutuhan dan kemanfaatan buat dirikita sendiri yang mencintai. Inti cinta adalah apa manfaat yang didapat. Pada apapun kita mencintai, dari situlah manfaat yang digali. Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran : 31<br />
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم<br />
“Katakanlah (jika kamu benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa) Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”<br />
Mencintai Allah, mengikuti Nabi, akan dibalas kecintaan dan dihapus dosa yang dilakukan. Enak kan? Jadi cinta aslinya pamrih. Tapi di sisi lain Cinta itu adalah ruhul hayah. Pilar untuk selamat, sebagaimana kekuatan dahsyat yang dapat menghasilakan energi yang hebat. Cinta itu mengubah segalanya. Kesulitan, rintangan, dan ancaman adalah energi bumbu sukses, nikmat pembawa bahagia. Itulah jika cinta kita kepada satu yang hak yaitu Allah ‘azza wa jalla. JIka kita cinta padaNya, maka kita akan mencintai segala yang dicintaiNya, jika kita padaNya, kita akan membenci apa yang di benciNya, jika kita cinta padaNya, kita akan Ridlo terhadap apa yang Dia ridloi. Dan finishingnya, jika kita sudah begitu, janganlah memikirkan nasib kita di dunia dan akhirat, karena kalau kita cinta kepadaNya, niscaya cintaNya pun selalu mengiringi kita dimanapun dan kapanpun.<br />
Rekan muda, dengan sedikit pengetahuan yang saya ketahui tentang cinta cinta ini, saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk tak terlalu mengagungkan rasa cinta yang akan membawa kita kepada jalan yang di murkaiNya. Dan disisni saya ingin mengajak rekan muda semua untuk sama menggapai cinta yang hakiki, yang hanya kepadaNya. Dan memang harus hanya kepadaNya, dan selalu kepadaNya.<br />
Demikian yang dapat saya uraikan. Mohon maaf banyak kesalahan. Mudah-mudahan bermanfaat. Billahittaufiq wal hidayah.</p>
<p>Wassalamu’alaikum Wr.Wb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=45&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/09/susan-alfa-hasanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhammad K. Priadi</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/09/muhammad-k-priadi/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/09/muhammad-k-priadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 02:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Muhammad Kurniawan Priadi Psikologi Dakwah 207 400 330 KPI-B Smt. 4 A. Peristiwa Dakwah Yang Menarik Dari Segi Psikologi Dakwah Peristiwa ini terjadi ketika peringatan Maulid Nabi berlangsung, banyak peristiwa- peristiwa yang menarik, terutama ketika penyampaian taushiyah KH. Abdul Hamid, M.Ag sangat menarik sekali, karena beliau manyampaikan materi dengan telaten dan rekreatif, sehingga banyak mustami’ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=43&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muhammad Kurniawan Priadi</p>
<p>Psikologi Dakwah<br />
207 400 330<br />
KPI-B Smt. 4<br />
A. Peristiwa Dakwah Yang Menarik Dari Segi Psikologi Dakwah<br />
Peristiwa ini terjadi ketika peringatan Maulid Nabi berlangsung, banyak peristiwa- peristiwa yang menarik, terutama ketika penyampaian taushiyah KH. Abdul Hamid, M.Ag sangat menarik sekali, karena beliau manyampaikan materi dengan telaten dan rekreatif, sehingga banyak mustami’ yang terhibur dan tertawa juga terbawa senang menerima ilmu tentang hikmah dibalik Maulid Nabi, mustami’ juga terbawa senang dan bahagia dengan canda-canda atau humor KH. Abdul Hamid, M.Ag.<span id="more-43"></span><br />
Efek yang terjadi dan tampak pada mustami’ yaitu dapat memahami apa yang disampaikan oleh KH. Abdul Hamid, M.Ag karena situasi ketika taushiyah disampaikan mustami’ tidak terlalu serius, jadi di seling dengan humor, sehingga mustami’ tidak ngantuk dan tetap segar dan mendengarkan taushiyah oleh KH. Abdul Hamid, M.Ag.<br />
Taushiyah yang beliau sampaikan yaitu tentang hikmah di balik Maulid Nabi SAW. Hikmahnya yaitu, bahwasanya Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi adalah membawa kabar gembira dan peringatanm karena pada waktu itu masyarakat Arab umumnya khususnya kaum Quraisy terkurung olrh kebodohan dan ajaran iblism sehingga pada waktu itu disebut zaman Jahiliyah atau zaman kebodohan. Sesungguhnya pada waktu itu manusia tidak bodoh karena pada waktu itu orang sudah mahir dalam bidang tata bahasa dan sastra Arab, akan tetapi mereka bodoh dalam bidang akhlak.<br />
Sebagaimana telah kita ketahui pada zaman itu orang sama sekali tidak punya rasa belas kasihan, yang lemah semakin tertindas dan yang kuat semakin berkuasa. Hokum ini merupakan hokum rimba yang tidak rasional dan berkeprikemanusiaan. Apalagi pada waktu itu seorang perempuan sangat tidak dihargai, kaum perempuan ibarat barang dagangan yang kapan saja bias dibeli, dibuang, bahkan dirusak. Hal itu sangat memperihatinkan. Bahkan pada waktu itu sering terjadi kejadian yang sangat biadab, yaitu apabila seorang perempuan mengandung, perempuan itu diperlakukan kasar dan tidak berkeprikemanusiaan, jika yang lahir anak laki-laki, maka akan diagung-agungkan, namun apabila yang lahir bayi perempuan, sungguh sangat keji, ayahnya sendiri yang membuangnya, bahkan menguburnya hidup-hidup.<br />
Sungguh sangat biadab dan hancur akhlak orang-orang Quraisy pada waktu itu karena nyawa sangat murah dan tak berarti, apalagi jiwa seorang perempuan, sangatlah tidak berharga, ibarat barang dagangan yang bias kapan saja dibeli, dibuang, bahkan dirusak. Ditambah lagi kaum Quraisy pada wakti itu masih menganut agama nenek moyang yang sangat tidak rasional jika dipikirkan denan akal sehat. Mereka menyembah barang-barang yang sama sekali tidak bernilai dan tidak berharga, mereka menyembanah sesuatu yang sama sekali tidak member manfaat dan kemadharatan bagi mereka.<br />
Pada waktu itu kaum Quraisy menyambah patung-patung atau dalam bahasa lain erhala. Mereka membuat tuhan-tuhan mereka sendiri dan mereka sendiri pula yang menyembah dan merawatnya. Jika dipikirkan dengan akal sehat apakah mereka akan terjamin jika menyembah berhala, padahal berhala hanya benda mati yanf tidak member manfaat sedikitpun, akan tetapi kaum Quraisy pada waktu itu menyembah berhala, ini menandakan bahwa kaum Quraisy begitu bodoh dalam hal akidah dan akhlak sehingga pada masa itu disebut zaman kebodohan.<br />
Oleh karena itu Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk merubah semua pola keyakinan dan kehidupan orang Quraisy, karena sesuai dengan tugas Nabi sendiri, yaitu membawa kabar gembira dan peringatan, sehingga Alhamdulillah dengan syari’at nabi hadir kaum Quraisy menjadikaum beradab dan menjadi kaum yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, sehingga seorang perempuan tidak lagi diperlakukan kasar, karena pada hakikatnya semua orang sama, yang membedakan status manusia hanya keimanan dan ketakwaaannya.<br />
Sungguh Nabi Muhammad adalah sosok yang sempurna, sempurna dari segi akhlak, sosialnya, muamalahnya, beliau merupakan sosok figure atau contoh yang sempurna, oleh karena itu umat Islam sangat diharuskan mencontoh perangai Nabi semaksimal mungkin, karena jika seseorang mencontoh Nabi Muhammad SAW sudah dipastikan dia akan selamat baik selamat di dunia maupun akhirat.<br />
Adapun kelebihan beliau ketika menyampaikan taushiyah, beliau bias mengemasnya dengan baik dan cermat, pemakaian bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami. Lalu beliau sangat ahli dalam bergurau dan membawa mustami’ ke dalam suasana rileks dan santai, sehingga ketika taushiyah disampaikan tidak ada kesan monoton, kering akan tetapi situasi penuh dengan aura semangat, santai, dan ceria selai npenonton atau mustami’ mendapatkan banyak ilmu, mustami’ juga menjadi fresh dan terhibur bias melepaskan dan melupakan kepeantan hidup dan menggenggam jiwa mereka.<br />
Maka indikatornya peringatn Maulid Nabi terkesan ceria bahagia, dan syarat dengan ilmu serta hikmah. Semua ini terjadikarena matangnya pengemasan acara dan taushiyahyang luar biasa. Semua ini sangat sesuai dengan situasi pada saat Nabi dilahirkan, karena pada waktu itu Nabi dilahirkan semua makhluk hidup yang berdzikir kepada Allah merasa ceria, bahagia, dan mendapatkan hikmah yang luar biasa. Semua ini diakibatkan karena pemimpin yang ditunggu-tunggu semua makhluk telah lahir yaitu sosok yang mulia dan berperangai indah, sosok itu adalah Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>B. Pengalaman Dakwah Pribadi yang Berkesan<br />
Pengalaman ini terjadi ketika saya diminta ceramah di Tambak Mekar, Jalan Cagak Kab. Subang. Waktu itu saya lagi santai di rumah, karena waktu itu sudah malam, dan saya juga merasa cape pada waktu itu. Ketika saya lagi nonton televise tiba-tiba HP saya berbunyi pertanda ada panggilan masuk, akan tetapi anehnya nomornya baru dan tidak adadalam daftar buku di HPsaya. Dengan gerak perlahan saya angkat telephon itu ketika saya bilang hallo, hati saya tiba-tiba kaget, karena yang nelepon bernada bapak-bapak, ternyata yang nelepon adalah bapaknya pacar saya dengan hati kaget dan nafas tersendat saya berusaha untuk mendengarkan suara bapak itu, karena yakin suara itu pasti suara bapak pacar saya.<br />
Tak lama berselang setelah sedikkti berbasa-basi, iaberbicar seperti ini, “Di, enjing ngisi pangaosan, nya! Ceramah di mesjid dina pangaosan ruti, sumping nya ka bumi diantos pisan ku bapak”. Hati saya tambah kaget dan setengah shock, karena yang nyuruh ceramah adalah bapaknya pacar saya atau kalau bahasa gaulnya “camer” alias calon mertua, lalu dengan nada yang berbata-bata saya pun menjawab pembicaraan beliau, :Muhun pa, insya Allah abdi sumping” hanya satu bait yang saya katakana waktu itu, sebab saya bingung harus bicara apalagi, karena orang yang bicara denga saya adalah bukan orang biasa, meskipun saya sering ceramah, ibarat kata di depan seribu orang bias lancer bicara, akan tetapi jika bicara di depan satu orang yaitu calon mertua berbicara pasti akan terbata-bata“.<br />
Keesokan harinya saya bingung karena waktu itu adalah hari dimana saya dipinta ngisi pengajian di majlis ta’lim bapaknya pacar saya. Pikiran saya tambah tidak karuan tapi saya mulai mencoba untuk berdzikir kepada ALlahSWT dan memohon untuk diberi ketenagan. Setelah saya selesai berdzikir saya mulai terbuka dan hati saya agaksedikit tenang. Singkat cerita saya sudah mempersiapkan apa-apa yang akan saya sampaikan nanti, dengan kalimat bismillah saya berangkat dari rumah dengan melangkah kaki kanan. Saya mulai perjalanan ke Tambak Mekar, Subang tempat dimana saya akan ceramah nanti. Hati ini masih sadikit shock karena mau berbicara apa nanti jika bertemu dengan camer, alias calon mertua.<br />
Selang satu jam, saya sudah sampai di rumah camer, ketika elef melewati SPBU saya bicara pada sopir, “Kiri mang” lalu sopirpun menghentikan mobilnya. Saya pun turun dan menatap rumah camer, karena rumahnya pas di samping jalan raya. Rasa tegang pun muncul kembali, karena saya harus siap bertemu dengan camer untuk pertama kalinya. Akan tetapi tegang itu sedikit hilang ketika si do’I dating dan menjemput saya, dengan senyuman si dia menyambut saya dan saya pun membalas senyuman itu. Tak lama berbasa basi saya diajak masuk ke dalam rumah. Setelahmasuk saya pun dipersilahkan duduk di beriminuman the hangat. Si dia pun ngajak berbincang-bincang dan saya pun melayaninya. Selang beberapamenit camer dating menemui saya dan menyapa saya, sayapun ikut berbincang dengan camer, lama-kelamaan rasa grogi pun hilang karena terbawa bincang-bincang dengan camer.<br />
Tidak lama kemudian adzan Ashar pun terdengar dan saya pun mengakhiri perbincangan sayadengasncamer. Saya meminta ijin untuk bergegas ke mesjid dan shalat berjamaah. Camer pun mengijinkan dan akhirnya saya dan camer shalat Ashar berjamaah. Tak terasa waktu terus bergulir, sudah saatnya saya mengisi pengajian dengan ceramah agama. Dengan badan yang sedikit gemetaran dan grogi, saya berusaha untuk kuat dan melayaninya sedikit-demi sedikit para jamaah mulai berdatangan hingga akhirnya mesjid menjadi penuh dan padat oleh mustami’.<br />
Acapun dimulai, dan saya mulai mempersiapkan diri dan si dia pun jadi protocol atau pengatur acaranya. Si dia mulai membawa acar dan menyebutkan susunan acara. Selang beberapa waktu acara-demi acara terus berurutan selesai hingga akhirnya menginjak acara inti, yaitu taushiyah agama. Hati saya seakan tersentak dan kaget karena sudah tiba saatnya bertarung mempertahankan mental saya. Ketika saya berceramah di depan camer.<br />
Assalamu’alaikum wr. wb. adalah kata pertama yang saya ucapkan waktu itu. Saya berusaha menguasai diridan mental agar saya bias menyampaikan ceramah dengan baik. Selang satu jam Alhamdulillah akhirnya perjuangan saya telah selesai dan Alhamdulillah tanggapan mustami’ baik terhadap ceramah di depan camer, tetapi saya senang karena tantangan terbesar yaitu ceramah didepan camer bias saya selesaikan meski belum maksimal. Hal ini membuat saya jadi termotivasi untuk terus berlatih, dan yang terpenting camer senang karena melihat calon mantunya bias ceramah. Akhirnya saya dirtesui untuk menjalin hubungan dengan anaknya. Alhamdulillah ternyata bias ceramah itu tidak hanya mengundang rohmat Allah akan tetapi dapat mengundang restu camer. Mudah-mudahan saya langgeng dengan pacar saya sekarang… Amin.</p>
<p>C. CONTOH DAKWAH PERSUASIF</p>
<p>Hadirin rohimakumullaoh<br />
Setiap orang yang hidup di dunia pasti punya tujuan dan cita-cita, setiap orang punya mimpi tentang apa yang ingin didapatkan, sudah barang tentu ada bakal yang harus dimiliki untuk menggapai cita-cita tersebut, jika dianalogikan, kita ibarat penumpang kapal laut yang akan berangkat ke tempat yang dituju, sudah barang tentu harus ada bekal yang dipersiapkan guna menjadi konsumso di atas kapal laut tersebut, yang menjadi pertanyaan manakah kita mencari bekal tersebut?<br />
Sebagai jawabannya, tentu kita harus merapat ke dermaga dan tryun dari kapal serta bergegas mencari bekal, karena kapal tidak akan lama merapat ke dermaga, lalu setelah kita mendapatkan bekal yang dibutuhkan otomatis kita bersegera naik kapal dan melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Hadirin rohimakumulloh<br />
Dermaga itu diibaratkan dunia, dunia adalah tempat dimana kita mencari bekal untuk hidup, dan juga menjadi tempat dimana kita mencari bekal untuk hidup, di akhirat, kapal itu ibaratkan agama, agama adalah sebagai alat tranfortasi kita menuju akhirat, oleh karena itu carilah bekal sebanyak-banyaknya di dunia ini, namun ingatlah, kita di dunia ini tidak akan lama jangan terlalu terlena oleh dunia, seimbangkan antara mencari bekal untuk kehidupan dunia dan juga carilah bekal untuk perjalanan panjang dan abadi, yaitu akhirat yang kekal selama-lamanya.<br />
Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT, sehingga kita bisa menjalani perjalanan ini dengan selamat, baik di dunia ataupun di akhirat kelak. Semoga kita semua digolongkan menjadi orang-orang yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. Amin Ya Robbal ‘Alamin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=43&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/09/muhammad-k-priadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cucu Tri Lestari</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/06/cucu-tri-lestari/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/06/cucu-tri-lestari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 06:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Cucu Tri Lestari 207400288 KPI/A/IV 5 Mei 2009  pukul 05:11 Memahami Psikologi da’I dan Mad’u Yang menarik dari sekian banyak penceramah yang tinggal sedaerah dengan saya, dan yang pernah saya ikuti, menurut saya adalah Usdt Nana. Beliau lulusan salah satu pesantern di Tasik. Ustd yang masih muda ini melakukan dakwah dengan berbagai cara. Diantaranya, cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=40&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cucu Tri Lestari<br />
207400288<br />
KPI/A/IV<br />
5 Mei 2009  pukul 05:11</p>
<p>Memahami Psikologi da’I dan Mad’u</p>
<p>Yang menarik dari sekian banyak penceramah yang tinggal sedaerah dengan saya, dan yang pernah saya ikuti, menurut saya adalah Usdt Nana. Beliau lulusan salah satu pesantern di Tasik. Ustd yang masih muda ini melakukan dakwah dengan berbagai cara. Diantaranya, cara pengajaran dan  pengajian rutin ala madrasah, baik pada ibu-ibu, bapa-bapa maupun pada remaja. Selain itu dengan cara perbuatan dan dakwah gerakan, seperti selalu berusah mengajak para memuda untuk mengaji setiap hari di mesjid setelah sholat isya, mengajak sholat berjaamaah. Khususnya kepada pemuda-pemuda di daerah saya, beliau selalu mengajak  kepada kebenaran dengan memberi pengertian dan pemahaman yang masuk akal bagi pemahaman anak muda. Beliau juga selalu berkata baik dan sopan kepada semua kalangan. Beliu telah dipercaya menjadi ustad yang baik.<span id="more-40"></span><br />
Selain dengan dakwah gerakan beliu juga dakwah dengan cara khithabah atau ceramah dengan menggunakan bahasa sunda. dakwah yang dilakukan beliau selalu sederhana.  Tanpa menggunkan alat yang lebih cangggih selain pengeras suara saja. Beiau juga sering melakukan diskusi, mentoring dengan para pemuda berbagi pendapat dan bertukar pikiran.<br />
Pada tahun 2000, saat beliu telah lulus pesantren, dan kembali ke bandung ini dengan melakukan gerakan dakwah Dilihat dari aspek psikologi dakwah beliu telah berhasil mengajak dan membentuk mad’u yang kejalan yang lebih baik, khususnya para pemuda. Karena sebelum beliu datang kondisi mad’u (para remaja) ini masih jauh dari agama, mereka lebih sering nongkrong di jalan, berkumpul-kumpul tanpa maksud yang jelas bahkan ada yang suka mabuk-mabukan, jarang pergi ke mesjid untuk melalukan shalat berjamaah, kalau orang bilang  para pemuda yang  jauh dari agama.<br />
Dilihat dari psikologi beliau sebagai da’I, keinginan beliau untuk terus melakukan dakwah, selalu menjalankan perintah agama, bukan dari aspek lingkungan, menurut saya konsep behaviorisme tidak mempengaruhi secara dominan karena dilihat dari lingkungan keluarganya, tidak ada dukungan sama sekali, karena sebagaian keluarganya jauh dari agama. Tidak ada faktor turunan. Tetapi dia memilki konsep Psikoanalisis dimana dia mempunyai keinginan-keinginan terpendam dari dalam diri. Jika dilihat dari teori Sigmund   Freud, belau memilikiunsur super eg. Beliau memiki kesajaran sendiri,     .<br />
Beliau adalah seorang da’I telah memiliki kreteria da’I, Dalam kepribadian yang bersifat rohaniah, beliau mampu memberikan teladan, panutan dan contoh yang baik kepada mad’u (masyarakat). Ia beriman dan bertakwa kepada Allah SWT., ia juga adalah seorang yang jauh dari maksiat secara terbuka, tidak pernah ada gunjingan, cemoohan dan membicarakan kejelekan beliau. Beliau juga termasuk yang bisa dipercaya (amanah) dan selalu berkata jujur (shiq). Beliau juga tidak pernah mementingkan diri sendiri.</p>
<p>Dilihat dari psikoligi mad’unya didaerah saya ini sangat beragaman. Dakwah yang dilakukan ustad Nana ini lebih menekankan kepada mad’u para pemuda-pemudi. Dan psikologi pemuda-pemudinya berawal dari yang jauh dari pengetahuan agama, setelah mendapat dakwah dan bimbingan spritual dari ustad Nana, para mad’u lebih sering melalukan keagamaan secara bersama. Dalam hubungan sosial pun pemuda-pemudinya dapat bekerjasama, bergotong royong dengan masyarakat lainnya. Mad’u  lebih sering aktif dimesjid, hadir diacara keagamaan dimesjid seperti ceramah, pengajian rutin dan jika ada individu atau masyarakat setempat yang mengadakan syukuran atau acara akikah dll, pemuda-pemudi ini selalu hadir dan ikut berpartisipasi. Selain itu menjadi panitia zakat, panitia Idul Fitri dan Idul Adha, agar terlaksananya sholat dan kewjiban lain.<br />
Sedangkan mad’u yang orang tua yaitu bapak-bapak dan ibu-ibu selalu mendukung, memberi motivasi, adan memberi dana bantuan dalam acara keagamaan.<br />
Untuk mad’u yang anak kecil mengadakan pengajian dan pembelajaran ala pesantern yang dibantu oleh ustad senior yaitu Ustad Syarif.<br />
Dakwah didaerah kami cukup berhasil walaupu ada sebagaian masyarakat yang tidak mengikuti, tidak menjalankan perintah Allah yang telah disampaikan oleh Ustad-ustad dan da’I, tetapi lebih dari 60% sudah mengikuti ajakan dan seruan ustad. Walaupun disis lain ada orang yang berbeda pemahaman berbeda mazhap tapi ini bukan kendala tetapi harus dijadikan pelajaran agar lebih baik lagi.</p>
<p><strong>Pengalaman berdakwah</strong></p>
<p>Pertama kali saya melakukan berdakwah adalah dirumah dalam keluraga saya sendiri. Jujur saya tidak pernah melakukan dakwah dengan cara bertabligh. Dakwah yang saya lakukan hanya memberi pemahaman kepada keluarga kususnya orang tua dan saudara-saudara saya. Dakwah yang saya berikan berupa berdiskusi, saling bertukar pikiran. Karena pengetahuan saya yang terbatas, saya hanya bisa memberi pengertian sekemampuan saya.<br />
Di Islam pada zaman sekarang ini selalu ada masalah dalam fiqih Islam karena begitu banyak mazhab dan di Indonesia ini terdapata organisasi-organi Islam yang memegang prinsip mazhab yang berbda seperti contoh Mazhab Syafi’I pada NU (nadatul Ulama)<br />
Walau dalam keluarga saya terdapat perbedaan mazhap dalam fikih, saya memberikan pengertian bahwa perbedaan itu bukan penghalang dan bukan menjadi permasalahan, justru harus saling melengkapi. Sebagai pendakwah dilihat dari psikologinya, ada faktor lingkungan yang menuntut saya seperti ini dan salah satunya kedua orang tua dan tuntutan dari lmu yang telah saya miliki. Walaupun saya belum sepenuhya memenuhi kriteria menjadi seorang da’i, tetapi saya akan berusaha.<br />
Kondisi mad’u, yaitu keluarga saya menerima masukan-masukan itu dan menjalankan dengan baik dengan cara saling mengingatkan satu sama lain.<br />
Dilihat dari aspek konsep manusia secara psikologi, mad’u sangat terpengaruh oleh lingkungan, oleh faktor keturunan.<br />
Selain dakwah pada keluarga juga saya melakukan dakwah pada teman-teman dengan cara berdiskusi, saling bertukar pikiran. Sebagai pendakwah saya melakukannya dengan cara memberikan pengertian yang logis, agar dapat diterima dengan mudah, selain itu dengan gerakan-gerakan dakwah.contohnya mengajak untuk sholat berjamaah, mengajak mengunjungi yatim piatu untuk berbagi, mengajak pergi ke majelis t’alim, dll. Psikologi teman-teman sebagai mad’u dapat menerima dakwah yang telah saya berikan.<br />
Mad’u sebagai anggota masyarakat sanagt terpengaruh dengan kebudayaan, corak budaya yang paling dominan adalah budaya sunda, walaupun tidak semua penduduknya orang sunda. dalam ritual keagamaan dan memperingingati hari besar agam islam masih menggunakan tadisi-tadisi sunda, mad’u juga masih memengang norma dan nilai budaya sunda, walaupun sedikit-sedikit ada yang hilang dan tidak dipergunakan lagi, mungkin akibat pengaruh zaman. Mad’u disinipun sangat bertoleransi antar umat beragama. Mad’u juga selalu berperan aktif dalam acara-acara keagamaan.<br />
Mad’u disini sangat memerlukan pencerahan lewat spritual agama. Misalnya setelah melakukan aktifitas bekerja. Selain itu agar dapat menyikapi masalah-masalah dengan baik, mencari jalan keluar dengan solusi yang tepat.<br />
Mad sebagai manusia individu, disini lebih ke aliran john Locke yaitu pengaruh dari luar yang lebih kuat daripada pembawaan manusia. Banyak diantara mad’u yang thanya ikut-ikutan saja. Sikap psikis mad’u berbeda-beda tetapi mad’u disini suka bergaul dengan siapa saja, ramah,. Ma’d’u memiliki pengtahuan yang lumayan cukup tidak dari keterbelakangan pendidikan, kemampuan dan keterampilan juga memuaskan sehingga dapat dengan mudah diberi pemahaman dan pengertian.<br />
Ma’du yang tinggal diperkotaan walaupun terkadang individualistis, tetapi masih memilki jiwa kebersamaan, kegotong royongan, sosial yang tinggi. Pada masyarakat ini tidak mengkotak-kotakan status sosial si kaya dengan si miskin, yang berpendidikan dengan yang tidak yang penduduk asli atau yang singgah, mad’u menganggap semua sama. Tidak ada kesenjangan sosial.</p>
<p><strong>Hadirin kaum Muslimin yang diberkahi Allah!</strong></p>
<p>Menjadi wanita merupakan tekanan, tindasan, keadaan terhina dan siksaan kezaliman, karena tradisi jahiliyyah, penindasan terhadap hak hidup, hak meteri, penindasan terhadap hukum dan penindasan lainnya, yang begitu cukup lama sebelum Islam datang.<br />
Namun menjadi wanita kemudian merupakan rahmat kemuliaan, kehormatan, kebahagiaan, kebebasan, dan kebaikan lainnya setelah Islam datang. Islam telah membentangkan sedemikian banyak rahmat dan keselamatan bagi wanita.<br />
Bahkan bentangan surga tergelar, dengan leluasa kita dapat meraih dengan mudah syurga di dunia dan surga di Akhirat. Bagaiman pemulian Islam terhadap kaum wanita? Inilah tema yang akan dijelaskan pada kesempatan ini.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia!</p>
<p>Islam menyamaratakan antara kaum pria dan kaum wanita dalam banyak hal,  namun persamaan ini tidak mutlah seperti yang dilontarkan oleh sebagian orang. Allah menyamaratakan antara mereka dalam perintah beriman dan balasan atas keimana itu akhirat. Ini termasuk salah satu persamaan terbesar. Allah SWT. Berfirman</p>
<p>“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”. Q.S. an-Nisaa4:124<br />
Di dalam persaman itu ada perbedaan,dan jika orang-orang yang menyamaratakan persamaan mutlak antara kaum pria dengan kaum wanita sebenarnya telah mengejek kaum wanita, sesab wanita memiliki kemampuan dan kekutan yang terbatas.Allah SWT. berfirman:</p>
<p>“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita,…”.</p>
<p>Dengan demikian, usaha untuk menyamakan wanita dengan pria dalam berbagai sisi kehidupan tidaklah mungkin akan terwujud. Kuatnya perbedaa, baik fisik maupun nonfisik antara pria dan wanita dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw. yang melaknat pria menyerupai wanita, atau sebaliknya.<br />
Hadirin Rahimakumullah!</p>
<p>Dibawah naungan Islam, kaum wanita merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT.. Allah berfirman dalam Q.S. ar-Ruum 30: 21</p>
<p>“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.<br />
Islam juga memberi penghormatan dan pemulan terhadap wanita sebagi seorang ibu. Ibu adalah pendidik generasi mendatang dan pencetak para pahlawan masa datang. Oleh karena itu Allah SWT. memerintahkan supaya berbuat baik terhadap ibu. Dalam hadist pun disebutkan bahwa syurga berada dibawah telap kaki ibu.</p>
<p>Selain sebagai tanta kekuasan-Nya, allah SWT. menjadikan kaum wanita sebagai salah satu nikmat yang harus disyukuri oleh kaum pria. Islam datang menjadikan wanita sebagai saudara pria. Rasulullah saw., bersabda:</p>
<p>“Sesungguhnya kaum wanita adalah saudara kaum pria.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi).<br />
Bahkan dalam kitab suci umat Islam, yaitu Al-Quran, mengkususkan pembahasan tentang wanita dalam satu surah dan menamakannya dengan An-nisaa( kaum wanita).<br />
Islam muncul dan segera mengahapuskan kebiasaan jahiliyyah yang menghimpit dada kaum wanita. Setelah sekian lama tidak berhak mendapat bagian warisan, sekian lama wali menguasai maskawinnya, kini wanita berhak mendapatkan maskawinnya tersebut, bahkan Islam memberikan hak kepemilikan bagi kaum wanita. Dan Allah SWT juga telah mengharamkan mengubur hidu-hidup anak perempuan.<br />
Islam bak pelampung keselamatan bagi kaum wanita yang diombang-ambing kesesatan dan kejahiliyyahan. Islam tidak pernah menganggap kaum wanita itu kotoran yang menjijikan sebagaimana anggapan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Namun Islam menganggap wanita sebagai permata yang harus dijaga dan dipelihara.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia!</p>
<p>Bagaimana cara kita agar dapat masuk ke dalam surga? Pertanyaan inilah yang sealu muncul dibenak kita. Yang pertama adalah bahwa ketaatanmu kepada suami yang beriman dan tidak menyuruh selain kepada Allah SWT. ketaatan istri kepada suami sebagai salah satu dari empat sebab masukanya seseorang wanita ke dalam syurga, selain itu taat kepada suami menyamai pahala shalat jum’at, shalat berjamaah, dan jihad di jalan Allah. Rasulullah Saw. bersabda:</p>
<p>“Apabila seorang wanita melakukan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suami, maka dikatakan kepadanya: ‘Masuklah kamu ke dalam surga dari puntu mana saja yang kamu inginkan.’ ” (HR. Inb Hibban dari Abu Hurairah)”</p>
<p>Saudari-saudari!<br />
Wahai kaum Muslimin marilah kita menjalankan perintah-Nya, sebagai rasa syukur kita sebagai wanita, dimana Islam sangat mengagungkan, memuliakan wanita. Dalam menjlankan ibadah dan kehidupan sehari-hari tidak ada lagi diskriminasi terhada wanita.<br />
Sesungguhnya wanita muslimah ibarat tanah yang subur yang akan melahirkan para ksatria. Ibarat bunga yang tumbuh diladang Islam, disirmi dengan air wahyu dan diberi wangi-wangian Sunnah yang pernuh berkah. Maka tersebarlah semerbak wanginya hingga meliputi seluruh alam.<br />
Keindahan dan kemulian wanita akan sia-sia manakala dia memilih jalan salah yang menjerumuskannya ke tempat yang tidak terhormat, bahkan menyesatkan.<br />
Namun banyak jalan terbentang di hadapannya utuk dipilih, kemudian ditetapinya, sehingga harapan menduduki tempat yang penuh kemulian, keindahan dan ketinggian derajat, ada dihadapannya.<br />
Wahai kaumMuslimin jangan sampai enggan terhadap semua pahala yang dijanjikan dan jangan sampai kita enggan terhadap syurga, yang didalamnya terdapat kenikmatan yang tidak pernah di dengar oleh telinga, tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah terlintas di hati kita.<br />
Sekarang kita sudah mengetahui bagaimana pemulian Islam terhadap wanita, kita sebagai wanita jangan berkecil hati janganlah merasa tidak berarti. Akhir kata semoga kita bisa mengambil manfaatnya dan dengan do’a ini”<br />
“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di siis- Mu dalam surga.”</p>
<p>Billahi taufik wal hidayah<br />
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=40&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/06/cucu-tri-lestari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dina ferinda</title>
		<link>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/06/dina-ferinda/</link>
		<comments>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/06/dina-ferinda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 06:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/06/dina-ferinda/</guid>
		<description><![CDATA[Dina ferinda Kpi/A/IV 207 400 295 5 Mei 2009 05:08 1. menceritakan pengalaman saat menghadiri kajian keagamaan. Tanggal, 25 februari 2005 Dihari yang cerah, burung-burung berkicau dengan merdu, bunga-bunga bermekaran dengan indahnya membuat terkesima bagi siap saja yang melihatnya, hari ini adalah hari terpenting bagi diriku yaitu sebagia hari mengenangnya wafatnya pejuang dari daerah tasikmalaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=37&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dina ferinda<br />
Kpi/A/IV<br />
207 400 295<br />
5 Mei 2009 05:08</p>
<p>1. menceritakan pengalaman saat menghadiri kajian keagamaan.<br />
Tanggal, 25 februari 2005<br />
Dihari yang cerah, burung-burung berkicau dengan merdu, bunga-bunga bermekaran dengan indahnya membuat terkesima bagi siap saja yang melihatnya, hari ini adalah hari terpenting bagi diriku yaitu sebagia hari mengenangnya wafatnya pejuang dari daerah tasikmalaya beliau bernama KH. Zainal Mustafa yang gugur saat membela perjaungan untuk mencapai kemerdekaan dari jajahan orang jepang, dan uga bertepatan dengan hari ini juga aku mulai meranjak menjadi seorang gadis yang meranjak dewasa, hari ini usia ku bertambah satu lagi. Pada hari yang istimewa ini sekolah kami menyelenggarakan sebuah kegiatan besar, yaitu kegiatan baksos ( bakti social) dalam kegiatan tersebut diadakan kegiatan sunatan missal yag diadakan di dekat daerah sekolah serta pesantren skahideng tempat aku menimba iilmu, selain itu diadakan kegiatan bazar buku serta makanan, kegiatan pentas seni, dan yang tak kalah pentingnya diadakan kegiatan tablgh akabar yang akan di hadiri sespuh pesantren, orang-orang yang dituakan di daerah tersebut, dan juga para staf pengajar yang sangat saya cintai da taka kalah penting kami sebagai murid madrasah aliyah dan juga selaku panitia penyelenggara.<span id="more-37"></span><br />
Dengan tema “ DENGAN SEMANGAT PERJUANGAN KITA TINGKATKAN RASA SOLIDERITAS KITA TERHADAP SESAMA&#8221;<br />
Seorang guru yang saya cintai, saya hormati, dan saya banggakan beliau menyampaikan ceramah yangberjudul pentingnya berbagi kepada sesama dalam cerahnya beliau mengajak kita semua untuk saling berbagi, dan menghargai sesama, saat itu aku benar-benar larut kedalam alur ceramah yang beliau bawakan, begitu sarat dengan makna, menentramkan jiwa, dengan pen\mbawaan yang santai tetapi tidak menghilangkan karismanya sebagai seorang guru bahkan ustad yang kami cintai dan kami banggakan, dalam setaiap inci kata-katanya begitu menyadarkan aku tantang pentingnya berbagi, aku yang begitu ogois dan terkadang egois dan ingin menang sendiri tiba-tiba meneteskan air air mata, dalamhati aku tekadkan mulai hari ini dan seterusnya aku harus berubah menjadi orngnya ingin selalu berbagi kebahagian bagi setiap orang yang membutuhkan dan sedikit demi sedikit berusah mengikis rasa egois yang begitu kuat di dalam diriku ini,<br />
Jejak langkahnya, tuturkatanya begitu menginfirasiakan aku untuk selalu berbuat baik dan selalu berusaha membuat nyaman orang-orang yang dekat denganku.<br />
Saat ini mungkin aku belum menjadi seseorang sempurna akhlaknya tetapi walaupun begitu saaya akan selalu berusaha untuk menjadi lebh baik lagi.<br />
Hari itu tepat tanggal 25 februari 2005 adalah hari yag paling bersejarah bagiku bukan karena bertepatan dengan hari ulangatahunku tetapi karena pada hari itu aku disadarkan untuk selalu berbuat baik dan bersolideritas terhadap sesama…<br />
1. PENGALAMAN SAAT MENYAMPAIKAN DAKWAH YANG PALING BERKESAN.<br />
Tanggal 16 january 2007<br />
Hari ini saya menghadiri sebuah pengajian yang biasa diadakan oleh remaja masjid ditempat lingkungan saya tinggal saya pergi bersama kedua sahabatku yang bernama Anisa dan Milan, pada waktu tidak ada niatan sama sekali i\untuk mengisi acara pengajian tersebut, yang saya niatkan ketika berangkat dari rumah hanya ingin menjadi pendengar yang baik,<br />
Waktu di dinding masjid menujukkan pukul 10.00 WIB dan saat itu keadaan mulai riuh rendah karena pengisi acara ceramah sekaligus pengajian tak jua hadir, para penyelenggara pengajian tersebut tdak ingin gagal acara tersebut sehingga memutuskan untuk menunjuk saya untuk menggantikan ustadah yang berhalangan hadir karena alasan tertentu, sumpah saat itu aku benar-benar tidak nmenyangka akan ditunjuk untuk menggantikan ustadah yang berhalangan hadir, saya berusah menolak tawaran tersebut secara halus tapi para paniatia penyelenggara tetap memaksa dan dengan bujukan kedua sahabatku akhirnya aku memberanikan diri, dengan pengetahuan yang sangat sedikit dan tanpa persiapan apapun saya memberanikan diri untuk maju kedepan, yang sudah ditunngu olej para remaja masjid untuk mendengarkan tausiyah yang akan saya sampaikan,<br />
3. Teks pidato<br />
Kewajiban memakmurkan masjid<br />
Assalamualaikum Wr. Wb<br />
Dewan hakim yang bijaksana<br />
Hadirin yang berbahagia<br />
Tahun 1976, di kota Mekkah al-Mukarramah diadakan “muktamar Risalatul masjid” se-dunia. Dalam pertemuan tersebut terungkap, bahwa masjid bias berparan secara optimal, apabila memiliki ruangan, peralatan, serta sarana dan prasarana yang memadai seiring dengan keputusan muktamar tersebut, maka dibangunlah masjid-masjid yang megah dan mewah, kokoh bahkan memiliki nilai arsitektur baergaya eropa, India, dan cina.<br />
Namun, seiring dengan bermunculannya masjid-masjid tesebut, fungsi dan peran masjid sebenarnya semakin terkikis serta mengalami penggusuran dan penggeseran, sehingga masjid laksana bangunan kosong yang tiada bermakna. Megah mesjidnya tetapi sepi dari muatan takwa, mewah mesjidnya tatapi kosong dari ajaran agama bahkan besar menjulang tinggi mesjidnya tapi ramai dengan remaja yang “bercinta”, naudzubillah!<br />
Timbul pertanyaan, bagaimanakah upaya memakmurkan masjid Allah tersebut? Sebagai salah sau jawabanya adalah “kewajiban memakmurkan masjid” adalah tama yang akan saya sampaikan denagn rujukan QS. At Taubah : 18 :<br />
Yang artinya:<br />
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan Shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah oramg-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapatkan petunjuk”.<br />
hadirin yang saya banggakan khalid Abduirahman Al-Aqi dalam “shafwatul bayan lil Ma’anil Qur’an” membarikan syahran tidak ada orang yang mau memakmurkan dan menjaga mesjid Allah, kecuali orang-orang yang membenarkan terhadap keesaan Allah dari hari akhir”.<br />
Maka, ketika seorang mu’min sudah tidak perduli terhadap masjid, apatis, acuh tak acuh, masa bodoh, bukan saja mencerminkan seorang mu’min yang durhaka, tatapi lebih dari itu mencerminkan bersikap kafir dan musrik, sebab orng musyrik dan kafir tidak mungkin menjaga masjid Allah, sebaliknya mereka mengotori, merusak bahkan menghancurkan masjid.<br />
Sebagai bukti kita saksikan bersama tragedy di ambon, masjid-masjid dibombardir. Kejadian di poso ratusan dan ribuan masjid dibumihanguskan. Bahkan akhir-akhir ini di palestina masjidil aqso sebagai lambing kebanggaan umat islam sedunia hendak diambil alih untuk dijadikan gereja oleh Zionis Israel yang notabene yahudi, naudzubillah!<br />
Muncul pertanyaan, bagaimana langkah kongkrit kita dalam menjaga , memelihara, serta memakmurkan masjid? Prof. Dr. Quraish Syihab dalam ”wawasan al-Qur’an” mengatakan kita dituntut untuk menjadikan masjid sebagai tempat sujud, melakuakan ibadah ritual, serta rekayasa social demi kemajuan kehidupan umat islam, sebagaiman dicontohkan Rosullulah pada waktu di madinah”.<br />
Sejarah mencatat tak kurang dari 10% dari fungsi yang telah diemban masjid Nabawi dlam rangka membangun tatanan umat islam yang islami. Berawal dari masjid, Rasul membina akidah umat, sehingga tercipta akidah dan keyakinan yang mantap. Berawal dari masjid Rasullulah melakukan konsolidasi, sehingga tercita islam yang kokoh dan kuat. Prof. Mukti Ali berpendapat bahwa masjid merupakan “central of activity”, menjadi pusat dan pangkal muslim dalam melakuakn berbagai aktfitas.<br />
Namun saying fungsi dan peran masjid, kini dari hari ke hari semakin mengalami penyempitan. Masjid kadngkala hanya sebagai tempat ibadah ritual saja, itupun hanya beberapa gelintir orang yang sadar akan shalt di masjid. Lebih ironisnya kadangkala masjid dikambinghitamkan sebagai sumber pertentangan, perselisihan, bahkan permusuhan dan persengketaan antar golongan. Gara-gara berbada aliran, beda paham, lain madhab, enggan pergi ke masjid, akibatnya lahir masjid-masjid yang mewah sebagai tandingan dan juga sebagai symbol golongan, bahkan marak dan merebak masjid-masjid berarsitektur eropa yang penuh kemunafikan.<br />
Oleh karena itu pantas Allah mengingatkan kita melalui firman Nya dalam surat At-Taubah ayat 108 yamg artinya:<br />
“ janganlah kamu bersembahyang dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid didirikan dalam dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Ada orang-orang yang membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”.<br />
Hadiri yang berbahagia, lalu bagaimanakah kesadaran muslim untuk memakmurkan dan mefungsikan masjid di Negarakita ini? Alhamdulillah sekarang muncul kesadaran masyarakat untuk memakmurkan masjid dengan ditandai munculnya DKM, IRMA, malah tak mau ketinggalan INEM(ikatan nenek-nenek masjid) mereka shalat bersama, tarawah bersama, tadarus bersama. Mudah-mudahan ini semua sebagai langkah awal untuk menjadikan masjid sebagai sarana pembinaan sekaligus wahan mempererat tali silaturahmi semua umat muslim. Sebab tiada bangunan yang bisa membina kesatuan muslim secara terpadu, menciptakan komitmen menjadi satu, serta menghilangkan kultus individu, kecuali hanya satu bangunan yang dinamakan masjid.<br />
Oleh sebab itu, mulai saat ini jangan muncul lagi istilah masjid muhamadiyah, masjid NU, dan juga masjid persis. Tapi hanya ada satumasjid yaitu masjid umat islam. Yang merasa islam silahkan bina, juga memkmurkan, serta melestarikan masjid. Dan yang bukanumat islam, jangan sekali-kali mencoba untuk mengotori, mencemari, apalagi merusak masjid. Bagaimanapun dan dengan cara apapun. Dan ketika kita memakmurkan masjid berarti kita sedang beramal shaleh. Dan Allah menjamin balasan bagi insane-insan sholeh.<br />
Dengan demikian, dari uraian ini dapat disimpulakn bahwa kita memiliki tanggung jawab moral untuk memakmurkan masjid. Akhirul kalam..wassalamualaikum Wr.Wb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psikologidakwah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psikologidakwah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psikologidakwah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psikologidakwah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psikologidakwah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psikologidakwah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psikologidakwah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psikologidakwah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psikologidakwah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psikologidakwah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psikologidakwah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psikologidakwah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psikologidakwah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psikologidakwah.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psikologidakwah.wordpress.com&amp;blog=7453663&amp;post=37&amp;subd=psikologidakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologidakwah.wordpress.com/2009/05/06/dina-ferinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
