Oleh: kanguwes | 11 Mei 2009

Wilda Nurlaila Qodri

Wilda Nurlaila Qodri
KPI C/IV
Psikologi Dakwah

2009/05/09 pukul 00:52

1. Proses dakwah yang menarik menurut pengalaman saya jika dipandang dari segi psikologi dakwah yakni ketika bulan puasa kemarin yang mana diberbagai stasiun tv banyak sekali menayangkan siraman rahani. Kebetulan waktu itu saya melihat pada waktu sehabis shubuh, dalam tayangan tersebut saya menyaksikan seorang da’I menyampaikan dakwahnya dengan gaya yang sangat menyegarkan mata, atau bisa disebut juga dengan gaya yang eksentrik dalam permainan kata dan analoginya terhadap sebuah peristiwa. Sehingga bagi siapa saja yang menjadi audiencenya tidak mudah merasa jenuh, menurut saya berdakwah dengan aksen seperti itu merupakan terobosan baru yang unik dan menarik serta sangat cocok diterapkan ditengah-tengah masyarakat kita yang pada saat ini sedang dipusingkan dengan perekonomian demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Lagi-lagi menurut saya proses dakwah dengan cara seperti itu sedikit demi sedikit akan merasuk kedalam jiwa audiencenya, karena di dalam keunikan tersebut diselipkan nilai-nilai islami yang dapat diterima secara tidak langsung oleh audience. walaupun banyak komentar yang beragam dari ulama terkemuka tentang metode dakwah seperti ini yng dinilai terlalu berlebihan dan justru tidak efektif dalam pembelajarannya, tapi saya tetap merasa nyaman dan lebih dapat diterima yang nantinya akan refleks ingat akan pesan-pesan yang disampaikan ketika diaplikasikan dalam kehidupan.
2. Menurut pengalaman berdakwah saya yang dinilai sangat berkesan buat saya yakni ketika saya berdakwah dihadapan ibu-ibu majlis taklim dikisaran pondok pesantren Attaqwa Pusat Puteri Bekasi tempat saya bersekolah. tepatnya tgl 27 mei 2007. Waktu itu saya menyampaikan materi dakwah yang berkaitan dengan dandanan wanita jahiliyah, karena saya lihat stylish orang-orang didaerah setempat sangat berlebihan. Seperti ketika hendak kepengajian mereka akan menampkan gaya dandanan yang sangat mencolok, baik dari segi warna, pernak pernik dan emas yang dikenakan. Namun tidak disangka-sangka ketika saya tiba dilokasi justru kenyataan berbalik, karena saya ditempatkan di majlis taklim yang sangat terpencil dan stylish mereka cenderung sederhana, jauh sekali dari isi materi yang saya bawakan akhirnya saya bingung sendiri apakah tepat materi yang saya bwakan ini???? Syukur Alhamdulillah tak diduga pidato yang saya sampaikan sangat diperhatikan oleh mereka, mereka sangat mendukung saya ketika saya menyampaikan pidato yang saya bawakan. Hal ini terjadi karena mereka sangat menghormati orang-orang yang memegang ilmu agama lebih dari apapun. Walaupun yang menyampaikan itu hanyalah seorang santriwati yang baru belajar, dari sana saya sangat menyadari bahwa peranan seorang da’i itu sngat urgen dikalangan masyarakat. Namun entahlah, saya juga tidak mengetahui latar belakang mereka bersikap seperti itu lantaran saya murid dari orang yang sangat mereka segani atau murni kerena mereka menghormati orang yang akan belajar pidato? Wallahu a’lam Bishshowab..
yang pasti saya dapat pelajaran yang sangat berarga, yakni ketika kita membuat materi pidato harus diteliti dan mengetahui keadaan lokasi serta kebudayaan setempat, agar materi yang kita sampaikan nantinya dapat diterima dan langsung meresap kejiwa mereka.
3. Teks pidato
HATI MENURUT PERSPEKTIFE Al-QUR’AN
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillahirabbil’alamin
Segala puja puji serta syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta Alam, maha melihat hal-hal yang tersembunyi, pembolak-balik hati manusia, pengampun segala dosa, maha menghilangkan segala kesempitan-kesempitan yang menghimpit manusia. Serta yang telah memberikan berbagai macam nikmatnya baik itu nikmat iman maupun nikmat sehat wal’afiat. Sehingga kita dapat berkumpul kembali di tempat yang Insya Allah dimulyakan oleh allah SWT ini Amieen..
Shalawat dan salam semoga senantisa tercurahkan pada junjungan kita. Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan pengikut setianya sampai hari kiamat nanti.

Saudaraku seiman dan seperjuangan..

H ati manusia sangatlah mudah terpengaruh oleh lingkungan tempat tinggalnya. Dalam era keterbukaan dan globalisasi dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu canggih sekarang ini, pengaruh kebudayaan, peradaban, trend. Mode, prilaku dan lain-lain, sangat mudah masuk dalam lingkungan kita. Bahkan kita juga tidak bisa menafikan bahwa kehidupan kita sekarang ini sedikit banyak sudah dipengaruhi kesemua hal tersebut, hanya saja karena terlalu sering kita hadapi dalam keseharian maka kita menganggapnya suatu hal yang wajar sehingga kita tidak menyadarinya sama sekali.
Keadaan seperti ini mengharuskan diri dan keluarga kita khususnya, untuk memasang filter yang dapat memisahkan pengaruh baik dan buruknya. Lantas yang jadi pertanyaan sebenarnya apa hakikat hati itu? Apa macam-macam hati berikut tanda-tandanya? bagaimana cara kita mengetahuinya? Termasuk jenis apakah hati kita slama ini? Baik atau burukkah? Bagaimana cara yang tepat dan efektif untuk membersihkan hati yang sudah rusak?
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut maka saat ini saya menyajikan sedikit ulasan tentang ”Hati Menurut Perspektife AlQur’an”.

Saudaraku yang Insya Allah dimulyakan oleh Allah SWT,,

Hati adalah sebuah komponen yang terletak diantara dua lambung manusia, tidak ada seorangpun yang dapat memprediksi seberapa dalam hati manusia yang dalamnya melebihi kedalaman samudera di dunia.
Untuk mengenal allah dan senantiasa beribadah padanya, hendaklah kita sebagai manusia mempersiapkan diri dengan hatinya bukan dengan lahiriahnya. Karena hati dapat mendekatkan serta menjaukan kita dari Allah SWT. Hati adalah sesuatu yang lembut dan bersifat ketuhanan. Hati yang lembut ini adalah hakekat manusia yang dapat menangkap sesuatu, berilmu dan mengenal Allah. Yaitu manusia yang menjadi sasaran khitab atau perintah Allah, yang disiksa, dicela dan dituntut atau dimintai pertanggung jawaban tentang amal perbuatannya.
Cahaya hati hanya akan tersebar keseluruh tubuh dengan kiat ibadah, sedangkan perbuatan keji justru sebaliknya akan menghalangi cahaya hati, sehingga manusia cenderung berbuat kejahatan, berhati batu, dan keras.
Kenyataannya, seiring dengan bergulirnya zaman tidak sedikit manusia pada saat ini yang dikuasai nafsu. Hati mereka yang hitam oleh penyakit itu dibiarkan saja tanpa ada usaha sedikitpun untuk membersihkannya karena sudah terlalu gelap dalam kepekatannya, mereka itu adalah orang-orang orang-orang yang gagal dalam dalm memimpin hati, sehingga syaithonpun berkuasa dan sifat yang terpuji berubah menjadi tercela. Oleh karena itu jangan heran jika pada saat ini kemaksiatan semakin merajalela di dunia.

Saudaraku seiman dan seaqidah….

Hati itu mempunyai dua ciri yakni hidup atau matinya, dan karena dasar inilah hati terbagi menjadi tiga jenis diantaranya:
1. Hati yang sehat
Hati yang sehat adalah hati yang selamat di hari kiamat, sepertiu fierman Allah dalam Al-Qur’an yang bebrbunyi:

Artinya: ”Yaitu dihari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sehat.”
Hati yang sehat dalam artian sehat dari menjadikan sekutu bagi Allah ta’ala apapun alasannya, serta memurnikan ubudiyahnya kepada Allah dalam segala keinginan, cinta, tawakal. Inabah, ketundukan, khusyu dan berharap. Ia memurnikan amal perbuatannya karena Allah Ta’ala. Jika ia mencintai seseorang atau sesuatu, maka ia mencintainmya karena Allah. Jika ia marah maka ia marah karena Allah. Tidak itu saja, ia mengikatkan hatinya denagn ikatan yang kokoh untuk meniru Nabi dalam ucapan dan perbuatan.
2. Hati yang sakit
Jenis hati yang ketiga yaitu hati yang mempunyai kehidupan dan memiliki penyakit. Sekali waktu ia mendukung kehidupan dan sekali waktu didukung penyakit. Ia tergantung aspek mana yang lebih dominan di dalamnya diantara dua aspek tersebut. Dalam hati tersebut terdapat cinta pada Allah, beriman, ikhlas dan tawakal, yang merupakan bahan baku kehidupannya. Namun di dalamnya juga terdapat cinta pad syahwat, mengutamakan dan berusaha keras mendapatkannya. Dengki, sombong, besar kepala, cinta popularitas dan berbuat kerusakan di bumi merupakan bahan bakar kebinasaannyadan mala petakanya.
Hati jenis ini selalu diuji dua penyeru yang mengajak kepoda Allah, Rasul dan Negeri akhirat dan poenyeru yang mengajaknya kepada dunia. Ia memenuhi penyeru mana yang lebih dekat dengan pintunya.
3. Hati yang mati
Hati yang mati seprti ini kebalikan dari hati yang sehat yakni tidak mengenal Tuhannya, tidak menyembah-Nya, tidak mencintai-Nya dan tidak ridho kepada-Nya. Hati seperti ini berdiri antara syahwat dan kelezatannya. Hawa nafsu adalah pemimpinnya,syahwat adalah panglimanya, kebodohan adalah pengemudinya dan kelalaian adalah kendaraannya,
Fikirannya terkonsentrasi untuk mendapatkan tujuannya dunia, ia mabuk kepayang oleh hawa nafsu dan cinta dunia, ia tidak menggubris ajakan-ajakan mulia karena hawa nafsu tewlah membuatnya buta dan tuli terhadap selain kebatilan.
Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an surah Al-isra 72 yang berbunyi:

Artinya: ”Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).”
Terkadang hati itu seakit dan sakitnya teramat parah, namun pemiliknya tidak menyadarinya. Karena ia sibuk dan selalu berpaling dari mengetahui kesehatannya dan sebab-sebabnya. Tanda dari hati yang mati diantaranya ia tidak merasakan sakitnya luka-luka keburukan, kebodohannya terhadap kebenaran dan itu tergantung pada kehidupan hatinya.
Terkadang seseorang merasakan hatinya sakit, namun ia amat berat dalam menanggung pahitnya obat dan bersabar terhadapnya lebi9h menyukai kelangsungan sakitnya dari pada pahitnya obat. Sesungguhnya obat bagi penyakitanya adalah dengan menentang hawa nafs, itulah yang paling sulit bagi jiwa dan tidak ada yang bermanfaat baginya selain hal tersebut.
Allah menyebutkan ketiganya melelui firmannya dalam Al-qur’an surah Alhajj 52-53 yang berbunyi:

Artinya: ”Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.” dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.”
( Al-Hajj: 52-54)

Hadirin Hadirot yang saya cintai dan Insya Allah dicintai pula oleh Allah SWT,,,

Setelah kita mengetahui Hati jenis pertama adalah hati yang hidup khusyu, sopan santun, dan sadar. Hati jenis kedua adalah hati yang kering dan mati. Hati yang terakhir adalah hati yang sakit, terkadang lebih dekat pada hati yang sehat dan terkadang sebaliknya lebih dekat pada yang mati. Maka sudah barang tentu saat ini kita sudah bisa mengintrospeksi diri dimanakah letak keadaan hati kita, dimanapun posisi hati kita berada, hendaknyalah kita terus berupaya untuk terus membersihkan hati agar tidak tertutup dengan noda hitam yang dapat menutupinya., sehingga perangai kita akan didominasi oleh syaithan yang dapat menjerumuskan kita kedalam api neraka serta terhalang dari rahmat Allah.
Mari kita sucikan hati kita dari nafsu yang membawa keburukan kepada diri kita melalui taat pada segala perintah Allah dan menjauhi semua larangannya. Semoga allah senantiasa memberikan rahmat dan rahimnya kepada kita dan diselamatkan baik di dunia ataupun akhirat. Amiaen…

Saudaraku sekalian yang Insya allah dirahmati oleh Allah SWT…

Mungkin sampai disini pidato dari saya, semoga dapat bermanfaat. Jika terdapat kesalahan dalam menyampaikan isi pidato, saya minta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Akhirulkalam…

Uusiikum wa nafsii bittaquallah,,
Wassalamu’alaikum wr. Wb.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.