Oleh: kanguwes | 11 Mei 2009

Andi Rahmat Fauzi

Andi Rahmat Fauzi
KPI A / IV
207 400 282

2009/05/08 pukul 12:40

A.Proses Dakwah Yang Menarik Yang Pernah Saya Ikuti:
Pengalaman menarik yang sangat mengesankan bagi saya, adalah kegiatan pengajian rutinan yang sering diadakan setiap satu kali dalam seminggu yang bertempat di kelurahan Panyilekan Cipadung Wetan Bandung tepatnya di Majlis Ta’lim AL-BA (Al-baqiyatus As-shalihat) yang kebetulan dekat dengan tempat saya tinggal sekarang selama saya belajar di bandung, yang dimana pengajian tersebut banyak dihadiri oleh masyarakat setempat, baik para bapak-bapak dan remaja pria, serta ibu-ibu juga tidak ketinggalan para remaja wanita pun ikut serta hadir dalam mengikuti pengajian tersebut.
Pengajian rutin ini dilakanakan pada hari kamis pada sore hari yang dikhususkan bagi para ibu-ibu dan remaja wanita, sedangkan untuk para bapak-bapak dan remaja pria di laksanakan pada malam harinya yang bertepatan dengan malam jumat. Kegiatan pangajian ini adalah sebagai suatu bentuk kegiatan dakwah yang di ikuti bersama oleh masyarakat setempat dan termasuk saya didalamnya, karena dalam acara pengajian rutin ini saya pun ikut serta mengaji bersama dengan yang lain.
Acara yang di sajikan didalam pengajian itu tidak jauh dari kegiatan agama seperti pada umumnya, misalnya pengajian Alquran yang dipimpin oleh para ustad-ustadnya, kemudian dilanjutkan dengan acara tausiyah islamiyah yang disampaikan oleh penceramah yang di undang.
Dalam pelaksanaan pengajian itu para hadirin sangat khusyuk ketika doa tahlil, dan sangat menyimak isi dari tausiyah penceramah, namun sekali-kali ada juga yang mengantuk dan tidak menyimak, yang mungkin kerena kelelahan setelah beraktivitas sehari penuh, akan tetapi bisa juga karena mungkin materi yang di sampaikan kurang begitu di mengerti atau kurang menarik baginya.

Meskipun demikian rasa syukur patutlah kita panjatkan kepada Allah Swt, karena pada saat ini masyarakat yang beragama islam masih ada yang peduli dengan kegiatan dakwah, dengan begitu syi’ar islam masih bisa berjalan dengan baik, dan tidak tertinggal. Bagaimana mungkin dakwah islam bisa berjalan dengan lancar jika tidak ada kepedulian dari masyarakat itu sendiri.
Suatu aktivitas yang menyenangkan bagi saya mengikuti kegiatan tersebut dalam rangka menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat setempat, disamping itu saya bisa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan agama diluar kegiatan kuliah yaitu yang saya dapatkan dari acara tausiyah keagamaan, sebagai bentuk tolabul ’ilmi seorang muslim dalam mencari ilmu.
Sebagimana kita sesama muslim di wajibkan untuk mencari ilmu guna menghilangkan kebodohan dalam diri kita, dan juga menambah pengetahuan tentang ilmu agama, sehingga kita dapat beribadah dan beramal sesuai dengan ajaran agama islam. Yang semoga kita diberkahi oleh Allah Swt dan diridhoi-Nya sehingga ilmu yang kita peroleh bermanfaat bagi kita, dan dengan ilmu yang bermanfaat itu kita dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

B.Pengalaman pribadi yang berkesan dalam penyampaian dakwah:
Perasaan gugup atau yang sering disebut dengan demam panggung pasti selalu dirasakan setiap orang, tentunya ketika saat pertama kali berbicara dihadapan banyak orang karena mungkin ketidak biasaannya, atau merasa belum pernah melakukan hal seperti itu, sama seperti halnya saya dan mungkin anda sekalian juga pernah mengalami hal yang sama seperti itu. Rasa gemetar dan serba salah karena di perhatikan banyak orang di hadapan kita sehingga kita merasa takut salah dalam mengucapkan kata-kata dengan mulut yang terbata-bata di waktu menyampaikan pesan atau bisa juga pada kesempatan yang lain, satu kewajaran mungkin tidak semua orang bisa sama semua, pandai dakam berbicara adalah potensi yang di peroleh dengan banyak berlatih bicara sampai menjadi seorang yang handal, katakanlah seorang yang ahli dalam bidang komunikasi.
Kejadian yang pernah saya alami yang terjadi dua tahun yang lalu, ketika mengikuti suatu kegiatan yaitu perkumpulan reuni dengan teman-teman sekolah yang seangkatan. Pada waktu itu saya ikut hadir dalam acara tersebut, oleh dikarenakan sangat
di wajibkan sekali dalam rangka menjaga tali silaturahim dan mengikat tali erat sesama kawan lama.
Perkumpulan itu diisi dengan acara-acara formal namun ada juga acara hiburannya, yang seiring berjalannya waktu kita dibuaikan dengan alunan irama musik yang dinyanyikan sebagian teman kami yang pandai dalam memainkan alat musik, dan sesaat tersedih karena wejangan yang di berikan oleh guru-guru sekolah kami yang hadir pula pada waktu itu, bersyukur sekali kami bisa lulus dan melanjutkan perjuangan hidup demi memperoleh masa depan yang cerah. Nasihat-nasihat yang disampaikan tentang kehidupan yang perlu akan perjuangan keras sangat begitu dalam masuk dalam hati kami, mendorong kami agar tetap terus maju dan jangan pernah berputus dan berhenti ditengah jalanm, karena segala permasalahan yang kita jalani dalam kehidupan ini akan selalu ada jalan keluarnya.
Hingga akhir acara selesai yang di tutup dengan pembacaan doa dan renungan, kami berkumpul semua dengan di pandu oleh ketue angkatan kami. Kemi berkumpul di aula gedung marhamah dekat Kebun Raya Bogor. setelah itu kami diharapkan memberikan kesan dan pesan yang dapat di jadikan sebagai visi dan misi untuk kedepan.
Setiap orang dari kami dipersilahkan untuk berdiri dalam lingkarang besar direngah-tengah teman-teman yang lain yang berkumpul dalam bentuk lingkaran, dan setiap yang maju ketengah lingkaran itu harus mengeluarkan ide-ide briliant dalam pembentukan panitia angkatan kami. Untuk itu semua tentu perlu dukungan dari kami semua. Pembentukan ini adalah suatu wadah bagi kami untuk salah satu pembentuk kasatuan yang tidak hanya selama masa-masa duduk dibangku sekolah akan tetapi setelah lulus pun harus bisa seperti itu juga.
Dari awal sampai akhir banyak sekali semua teman dari kami yang menyampaikan kesan dan pesan itu dengan segala ciori khas tersendiri, ada yang lancar dan juga ada juga yang tidak masuk akal, banyak sekali. Adapun saya sendiri dengan ekspresi gugup gemetar dalam keadaan berdiri.
Sangat berkesan sekali, dan ternyata fenomena komunikasi seperti contohnya tadi dan ada yang lain juga. Mengingatkan kita kembali bahwa pintar berkomunikasi, akan dapat membantu kita dalan sagala hal.

C.Materi Dakwah yang Persuasif:
Tema : Quran dan Wahyu
Judul : Perbedaan Diantaranya
Sub : – Esensi Quran
– Esensi Wahyu
– Nama-Nama Al-Quran

Assalamualaikum Wr. Wb.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat kepada kita semua dari nikmatnya yang terkecil hingga nikmat yang terbesar, dan tidak lupa shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Alam yakni Rasulullah SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kegelapan hingga zaman yang terang benderang seperti sekarang ini. Kepada keluarganya , sahabat , dan para tabiin dan tabiitnya sampai kepada kita semua selaku umatnya yang terus-menerus senantiasa mengikuti jejak langkah-langkaanya semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di hari kemudian nanti.

Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allh SWT.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, di malam yang begitu penuh dengan rahmat dan magfirah Allah SWt, saya ingin menjelaskan tentang perbedaan antara devinisi Alquran dan Wahyu, Alquran menurut bahasa mempunyai arti bacaan, seperti yang dimaksud di dalam surat Qiyamah ayat 17-18 :
“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu”. (Al-Qiyamah 17-18)
Dalam penjelasan lain, kata Alquran telah digunakan sebagaimana kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang sebagaimana kita ketahui bersama Alquran diturunkan kepada Rasulullah pada malam ke 17 di Bulan Ramadhan.
Firman Allah SWT :
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (Al-Baqarah : 185)
Dalam ayat diatas, dijelaskan bahwa Alquran diturunkan sebagai petunjuk dan penjelas bagi manusia. Secara istilah, Alquran adalah mukjizat Rasul yang terbesar dan termasuk kalam iIlahi. Yang ditulis didalam mushaf yang didalam setiap tulisannya memiliki makna dan arti yang berbeda-beda. Namun, sangat teratur dan tersusun serta terangkai dengan pengetahuan dan keagungan Allah SWT didalamnya, dan apabila kita membacanya termasuk ibadah.
Sehingga timbullah devinisi bahwa Alquran bukanlah kitab-kitab Allah yang terdahulu seperti Zabur, Taurat dan Injil. Akan tetapi, kitab Alquran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman dan utusan terakhir yang dimana tidak ada seseorang pun yang dapat merubahnya dan menciptakan kitab yang sederajat dengan alquran baik dari golongan manusia maupun jin sekalipun.
Allah berfirman : “Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Al-Israa : 88)
Jadi jelas, bahwa Alquran tidak akan dapat di ubah ataupun disamakan karena janji Allah akan menjaganyan sehingga manusia dan jin pun tidak akan dapat merubahnya atau mencipatakannya.

Hadirin yang berbahagia
Alquran dan wahyu memiliki perbedaan dalam arti, seperti halnya Alquran telah saya jelaskan tadi, wahyu menurut bahasa, mempunyai arti memberikan inormasi atau pengetahuan tentang sesuatu rahasia atau tersembunyi yang menimbulkan ketakjuban atau biasa kita sebut inspirasi yang terdalam. Sehingga dalam arti istilahnya wahyu adalah kejadian yang dialami oleh beberapa orang yang tertentu yang mana perintah Allah yang ditujukan kepada seseorang yang Dia pilih dari hamba-hamba Nya tentang petunjuk dan pengetahuan yang tidak seperti kebiasaan manusia pada umumnya. akan tetapi di luar kebiasaan manusia.
Jadi, adapun wahyu secara umumnya dapat diartikan sebagai sebuah informasi dari Allah kepada utusan-Nya akan Hukumn-Nya, berita-Nya penjelasan-Nya melalui cara yang tersembunyi, kepada Rasul yang dipilih-Nya untuk disebarkan kepada manusia agar supaya mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hadirin yang saya hormati dan yang Allah muliakan
Banyak sekali nama-nama Alquran yang tertera dalam Alquran, diantaranya ialah:

a. Al-Kitab atau Kitabullah
Nama Al-Kitab sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 2 :
Artinya: “Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”.
Allah SWT menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis. Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.
b. Al-Furqon
Mempunyai arti pembeda antara kebaikan dan keburukan dan antara yang hak dan yang batil. Firman Allah : “(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk”. (Al-Baqarah : 185)
c. Ad-Dzikr
Mempunyai arti sebagai pengingat, yaitu mengingat Allah SWT. Hany beberapa nama, yang masih banyak didalam penjelasan yang lain, adapun yang terpopuler adalah Alquran yang dijulukan kepada kitab sebagai kitab terakhir yang menjadi pelengkap dan penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya. Terdapat beberapa nama yang Alquran yang lain, namun tidak bisa saya jelaskan semuanya , karena masih banyak sekali dan dapat kita cari di dalam Alquran itu sendiri.
Hadirin yang saya hormati
Mungkin hanya demikian yang bisa saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaikan dapat menambah pengetahuan yang kita miliki, dan bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya, mohon maaf atas kurang dan lebihnya, bila ada sumur di ladang boleh kita numpang mandi dan bila ada umur panjang boleh kita bertemu kembali.

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamuailaikum Wr. Wb.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.