Oleh: kanguwes | 9 Mei 2009

Muhammad K. Priadi

Muhammad Kurniawan Priadi

Psikologi Dakwah
207 400 330
KPI-B Smt. 4
A. Peristiwa Dakwah Yang Menarik Dari Segi Psikologi Dakwah
Peristiwa ini terjadi ketika peringatan Maulid Nabi berlangsung, banyak peristiwa- peristiwa yang menarik, terutama ketika penyampaian taushiyah KH. Abdul Hamid, M.Ag sangat menarik sekali, karena beliau manyampaikan materi dengan telaten dan rekreatif, sehingga banyak mustami’ yang terhibur dan tertawa juga terbawa senang menerima ilmu tentang hikmah dibalik Maulid Nabi, mustami’ juga terbawa senang dan bahagia dengan canda-canda atau humor KH. Abdul Hamid, M.Ag.
Efek yang terjadi dan tampak pada mustami’ yaitu dapat memahami apa yang disampaikan oleh KH. Abdul Hamid, M.Ag karena situasi ketika taushiyah disampaikan mustami’ tidak terlalu serius, jadi di seling dengan humor, sehingga mustami’ tidak ngantuk dan tetap segar dan mendengarkan taushiyah oleh KH. Abdul Hamid, M.Ag.
Taushiyah yang beliau sampaikan yaitu tentang hikmah di balik Maulid Nabi SAW. Hikmahnya yaitu, bahwasanya Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi adalah membawa kabar gembira dan peringatanm karena pada waktu itu masyarakat Arab umumnya khususnya kaum Quraisy terkurung olrh kebodohan dan ajaran iblism sehingga pada waktu itu disebut zaman Jahiliyah atau zaman kebodohan. Sesungguhnya pada waktu itu manusia tidak bodoh karena pada waktu itu orang sudah mahir dalam bidang tata bahasa dan sastra Arab, akan tetapi mereka bodoh dalam bidang akhlak.
Sebagaimana telah kita ketahui pada zaman itu orang sama sekali tidak punya rasa belas kasihan, yang lemah semakin tertindas dan yang kuat semakin berkuasa. Hokum ini merupakan hokum rimba yang tidak rasional dan berkeprikemanusiaan. Apalagi pada waktu itu seorang perempuan sangat tidak dihargai, kaum perempuan ibarat barang dagangan yang kapan saja bias dibeli, dibuang, bahkan dirusak. Hal itu sangat memperihatinkan. Bahkan pada waktu itu sering terjadi kejadian yang sangat biadab, yaitu apabila seorang perempuan mengandung, perempuan itu diperlakukan kasar dan tidak berkeprikemanusiaan, jika yang lahir anak laki-laki, maka akan diagung-agungkan, namun apabila yang lahir bayi perempuan, sungguh sangat keji, ayahnya sendiri yang membuangnya, bahkan menguburnya hidup-hidup.
Sungguh sangat biadab dan hancur akhlak orang-orang Quraisy pada waktu itu karena nyawa sangat murah dan tak berarti, apalagi jiwa seorang perempuan, sangatlah tidak berharga, ibarat barang dagangan yang bias kapan saja dibeli, dibuang, bahkan dirusak. Ditambah lagi kaum Quraisy pada wakti itu masih menganut agama nenek moyang yang sangat tidak rasional jika dipikirkan denan akal sehat. Mereka menyembah barang-barang yang sama sekali tidak bernilai dan tidak berharga, mereka menyembanah sesuatu yang sama sekali tidak member manfaat dan kemadharatan bagi mereka.
Pada waktu itu kaum Quraisy menyambah patung-patung atau dalam bahasa lain erhala. Mereka membuat tuhan-tuhan mereka sendiri dan mereka sendiri pula yang menyembah dan merawatnya. Jika dipikirkan dengan akal sehat apakah mereka akan terjamin jika menyembah berhala, padahal berhala hanya benda mati yanf tidak member manfaat sedikitpun, akan tetapi kaum Quraisy pada waktu itu menyembah berhala, ini menandakan bahwa kaum Quraisy begitu bodoh dalam hal akidah dan akhlak sehingga pada masa itu disebut zaman kebodohan.
Oleh karena itu Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk merubah semua pola keyakinan dan kehidupan orang Quraisy, karena sesuai dengan tugas Nabi sendiri, yaitu membawa kabar gembira dan peringatan, sehingga Alhamdulillah dengan syari’at nabi hadir kaum Quraisy menjadikaum beradab dan menjadi kaum yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, sehingga seorang perempuan tidak lagi diperlakukan kasar, karena pada hakikatnya semua orang sama, yang membedakan status manusia hanya keimanan dan ketakwaaannya.
Sungguh Nabi Muhammad adalah sosok yang sempurna, sempurna dari segi akhlak, sosialnya, muamalahnya, beliau merupakan sosok figure atau contoh yang sempurna, oleh karena itu umat Islam sangat diharuskan mencontoh perangai Nabi semaksimal mungkin, karena jika seseorang mencontoh Nabi Muhammad SAW sudah dipastikan dia akan selamat baik selamat di dunia maupun akhirat.
Adapun kelebihan beliau ketika menyampaikan taushiyah, beliau bias mengemasnya dengan baik dan cermat, pemakaian bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami. Lalu beliau sangat ahli dalam bergurau dan membawa mustami’ ke dalam suasana rileks dan santai, sehingga ketika taushiyah disampaikan tidak ada kesan monoton, kering akan tetapi situasi penuh dengan aura semangat, santai, dan ceria selai npenonton atau mustami’ mendapatkan banyak ilmu, mustami’ juga menjadi fresh dan terhibur bias melepaskan dan melupakan kepeantan hidup dan menggenggam jiwa mereka.
Maka indikatornya peringatn Maulid Nabi terkesan ceria bahagia, dan syarat dengan ilmu serta hikmah. Semua ini terjadikarena matangnya pengemasan acara dan taushiyahyang luar biasa. Semua ini sangat sesuai dengan situasi pada saat Nabi dilahirkan, karena pada waktu itu Nabi dilahirkan semua makhluk hidup yang berdzikir kepada Allah merasa ceria, bahagia, dan mendapatkan hikmah yang luar biasa. Semua ini diakibatkan karena pemimpin yang ditunggu-tunggu semua makhluk telah lahir yaitu sosok yang mulia dan berperangai indah, sosok itu adalah Nabi Muhammad SAW.

B. Pengalaman Dakwah Pribadi yang Berkesan
Pengalaman ini terjadi ketika saya diminta ceramah di Tambak Mekar, Jalan Cagak Kab. Subang. Waktu itu saya lagi santai di rumah, karena waktu itu sudah malam, dan saya juga merasa cape pada waktu itu. Ketika saya lagi nonton televise tiba-tiba HP saya berbunyi pertanda ada panggilan masuk, akan tetapi anehnya nomornya baru dan tidak adadalam daftar buku di HPsaya. Dengan gerak perlahan saya angkat telephon itu ketika saya bilang hallo, hati saya tiba-tiba kaget, karena yang nelepon bernada bapak-bapak, ternyata yang nelepon adalah bapaknya pacar saya dengan hati kaget dan nafas tersendat saya berusaha untuk mendengarkan suara bapak itu, karena yakin suara itu pasti suara bapak pacar saya.
Tak lama berselang setelah sedikkti berbasa-basi, iaberbicar seperti ini, “Di, enjing ngisi pangaosan, nya! Ceramah di mesjid dina pangaosan ruti, sumping nya ka bumi diantos pisan ku bapak”. Hati saya tambah kaget dan setengah shock, karena yang nyuruh ceramah adalah bapaknya pacar saya atau kalau bahasa gaulnya “camer” alias calon mertua, lalu dengan nada yang berbata-bata saya pun menjawab pembicaraan beliau, :Muhun pa, insya Allah abdi sumping” hanya satu bait yang saya katakana waktu itu, sebab saya bingung harus bicara apalagi, karena orang yang bicara denga saya adalah bukan orang biasa, meskipun saya sering ceramah, ibarat kata di depan seribu orang bias lancer bicara, akan tetapi jika bicara di depan satu orang yaitu calon mertua berbicara pasti akan terbata-bata“.
Keesokan harinya saya bingung karena waktu itu adalah hari dimana saya dipinta ngisi pengajian di majlis ta’lim bapaknya pacar saya. Pikiran saya tambah tidak karuan tapi saya mulai mencoba untuk berdzikir kepada ALlahSWT dan memohon untuk diberi ketenagan. Setelah saya selesai berdzikir saya mulai terbuka dan hati saya agaksedikit tenang. Singkat cerita saya sudah mempersiapkan apa-apa yang akan saya sampaikan nanti, dengan kalimat bismillah saya berangkat dari rumah dengan melangkah kaki kanan. Saya mulai perjalanan ke Tambak Mekar, Subang tempat dimana saya akan ceramah nanti. Hati ini masih sadikit shock karena mau berbicara apa nanti jika bertemu dengan camer, alias calon mertua.
Selang satu jam, saya sudah sampai di rumah camer, ketika elef melewati SPBU saya bicara pada sopir, “Kiri mang” lalu sopirpun menghentikan mobilnya. Saya pun turun dan menatap rumah camer, karena rumahnya pas di samping jalan raya. Rasa tegang pun muncul kembali, karena saya harus siap bertemu dengan camer untuk pertama kalinya. Akan tetapi tegang itu sedikit hilang ketika si do’I dating dan menjemput saya, dengan senyuman si dia menyambut saya dan saya pun membalas senyuman itu. Tak lama berbasa basi saya diajak masuk ke dalam rumah. Setelahmasuk saya pun dipersilahkan duduk di beriminuman the hangat. Si dia pun ngajak berbincang-bincang dan saya pun melayaninya. Selang beberapamenit camer dating menemui saya dan menyapa saya, sayapun ikut berbincang dengan camer, lama-kelamaan rasa grogi pun hilang karena terbawa bincang-bincang dengan camer.
Tidak lama kemudian adzan Ashar pun terdengar dan saya pun mengakhiri perbincangan sayadengasncamer. Saya meminta ijin untuk bergegas ke mesjid dan shalat berjamaah. Camer pun mengijinkan dan akhirnya saya dan camer shalat Ashar berjamaah. Tak terasa waktu terus bergulir, sudah saatnya saya mengisi pengajian dengan ceramah agama. Dengan badan yang sedikit gemetaran dan grogi, saya berusaha untuk kuat dan melayaninya sedikit-demi sedikit para jamaah mulai berdatangan hingga akhirnya mesjid menjadi penuh dan padat oleh mustami’.
Acapun dimulai, dan saya mulai mempersiapkan diri dan si dia pun jadi protocol atau pengatur acaranya. Si dia mulai membawa acar dan menyebutkan susunan acara. Selang beberapa waktu acara-demi acara terus berurutan selesai hingga akhirnya menginjak acara inti, yaitu taushiyah agama. Hati saya seakan tersentak dan kaget karena sudah tiba saatnya bertarung mempertahankan mental saya. Ketika saya berceramah di depan camer.
Assalamu’alaikum wr. wb. adalah kata pertama yang saya ucapkan waktu itu. Saya berusaha menguasai diridan mental agar saya bias menyampaikan ceramah dengan baik. Selang satu jam Alhamdulillah akhirnya perjuangan saya telah selesai dan Alhamdulillah tanggapan mustami’ baik terhadap ceramah di depan camer, tetapi saya senang karena tantangan terbesar yaitu ceramah didepan camer bias saya selesaikan meski belum maksimal. Hal ini membuat saya jadi termotivasi untuk terus berlatih, dan yang terpenting camer senang karena melihat calon mantunya bias ceramah. Akhirnya saya dirtesui untuk menjalin hubungan dengan anaknya. Alhamdulillah ternyata bias ceramah itu tidak hanya mengundang rohmat Allah akan tetapi dapat mengundang restu camer. Mudah-mudahan saya langgeng dengan pacar saya sekarang… Amin.

C. CONTOH DAKWAH PERSUASIF

Hadirin rohimakumullaoh
Setiap orang yang hidup di dunia pasti punya tujuan dan cita-cita, setiap orang punya mimpi tentang apa yang ingin didapatkan, sudah barang tentu ada bakal yang harus dimiliki untuk menggapai cita-cita tersebut, jika dianalogikan, kita ibarat penumpang kapal laut yang akan berangkat ke tempat yang dituju, sudah barang tentu harus ada bekal yang dipersiapkan guna menjadi konsumso di atas kapal laut tersebut, yang menjadi pertanyaan manakah kita mencari bekal tersebut?
Sebagai jawabannya, tentu kita harus merapat ke dermaga dan tryun dari kapal serta bergegas mencari bekal, karena kapal tidak akan lama merapat ke dermaga, lalu setelah kita mendapatkan bekal yang dibutuhkan otomatis kita bersegera naik kapal dan melanjutkan perjalanan.

Hadirin rohimakumulloh
Dermaga itu diibaratkan dunia, dunia adalah tempat dimana kita mencari bekal untuk hidup, dan juga menjadi tempat dimana kita mencari bekal untuk hidup, di akhirat, kapal itu ibaratkan agama, agama adalah sebagai alat tranfortasi kita menuju akhirat, oleh karena itu carilah bekal sebanyak-banyaknya di dunia ini, namun ingatlah, kita di dunia ini tidak akan lama jangan terlalu terlena oleh dunia, seimbangkan antara mencari bekal untuk kehidupan dunia dan juga carilah bekal untuk perjalanan panjang dan abadi, yaitu akhirat yang kekal selama-lamanya.
Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT, sehingga kita bisa menjalani perjalanan ini dengan selamat, baik di dunia ataupun di akhirat kelak. Semoga kita semua digolongkan menjadi orang-orang yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. Amin Ya Robbal ‘Alamin.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.